Citizen Reporter

KKN Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Ajak Ibu-ibu Manfaatkan Jagung sebagai MPASI Sehat

Mahasiswa KKN-31 mengajak ibu-ibu untuk memanfaatkan potensi desa mereka sebagai makanan pendamping ASI (MPSI).

KKN Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Ajak Ibu-ibu Manfaatkan Jagung sebagai MPASI Sehat
foto: istimewa
Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo (UTM) kerja sama dengan Posyandu di Dusun Pangsekon, Kompol, Geger, Bangkalan mengedukasi ibu-ibu untuk membuat MPASI pada Jumat (11/1/2019). 

MEMANFAATKAN potensi alam di desa tempat pengabdian menjadi tujuan utama bagi mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura(UTM) yang bertugas di Desa Kompol, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan.

Sosialisasi pembuatan bubur jagung menjadi program kerja yang diutamakan mengingat banyaknya potensi jagung di Desa Kompol yang dapat dikembangkan.

Mahasiswa KKN-31 mengajak masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki bayi berusia sekitar 6 bulan sampai 1 tahun untuk memanfaatkan potensi desa mereka sebagai makanan pendamping ASI atau MPASI.

Kegiatan itu merupakan bentuk kerja sama dengan Posyandu di Dusun Pangsekon, Kompol, Geger pada Jumat (11/1/2019).

Sosialisasi bersama masyarakat dimulai pukul 09.00-11.00. Sekitar 30 warga hadir dan antusias mengikuti karena dalam acara itu tidak hanya dijelaskan mengenai proses pembuatan bubur jagung MPASI. Mahasiswa bersama bidan mengadakan kegiatan Posyandu seperti pemberian vitamin anak, penimbangan berat badan, dan konsultasi kesehatan.

“MPASI merupakan makanan yang dikenalkan dan diberikan kepada bayi usia 6 bulan setelah menjalani ASI ekslusif. Umumnya dengan menggunakan makanan yang bersifat semicair, atau bubur yang tidak terlalu kental. Pada usia 7 bulan bayi dapat dikenalkan dengan makanan yang mulai memiliki tekstur, seperti bubur dengan serat buah yaitu wortel, sayuran, dan sejenisnya,” ujar Desi Nur Kumalawati, mahasiswa UTM asal Gresik.

Fungsi dari MPASI adalah mengenalkan jenis makanan baru pada bayi dan mencukupi kebutuhan nutrisi tubuhnya yang tidak lagi dapat disokong oleh ASI. Selain itu juga bermanfaat membentuk daya pertahanan tubuh dan perkembangan sistem dan perkembangan sistem imunologis terhadap makanan maupun minuman.

Jagung dipilih sebagai produk MPASI untuk bayi karena jagung menawarkan banyak manfaat.

Mengonsumsi jagung membantu menambah berat badan, pertumbuhan dan perkembangan tubuh, otot dan fungsi saraf, melindungi sel darah, meningkatkan pencernaan, dan membuat penglihatan serta kulit yang bagus.

Cara mengolah jagung sebagai bahan campuran MPASI cukup mudah. Jagung yang digunakan yang masih muda kemudian dipipil dan dikukus selama 15 menit. Setelah itu, dicampurkan dengan bubur santan sebagai makanan utama bayi.

“Desa Kompol memang memiliki pertanian jagung yang melimpah, namun kebanyakan diolah hanya sebagai camilan. Dengan adanya sosialisasi ini dihaparkan dapat menambah pengetahuan dan menciptakan hal baru,” tutur Khomsatun, warga Desa Kompol.

Wakiatur Riskiyah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
wky.rizqia@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved