Berita Blitar

Jambret di Blitar Gasak Kalung Seorang Ibu Dibonceng Motor Anaknya, Korban Jatuh dan Patah Tulang

"Pelaku berhasil membawa kabur kalung korban. Mereka tak sempat ngomong apa-apa atau mengancam korban karena beraksi dengan cepat."

Jambret di Blitar Gasak Kalung Seorang Ibu Dibonceng Motor Anaknya, Korban Jatuh dan Patah Tulang
surya/hanif manshuri
Foto ilustrasi: Korban, Yuniarti, korban penjambretan di rawat setelah menabrak pagar jembatan di Jalan Raya Moropelang, Senin (15/12/2014). Jambret di Blitar berhasil menggasak kalung seorang ibu yang dibonceng anaknya setelah pulang dari Pasar Wlingi. 

SURYA.co.id | BLITAR -  Setelah petugas buser Polres Blitar berhasil membuatnya tiarap cukup lama, kini aksi kejahatan jalanan di Kabupaten Blitar, mulai kambuh lagi.

Yang membahayakan, pelaku berani beraksi terang-terangan di jalan raya, yang padat perkampungan, dan berlangsung pada siang bolong.

Tk segan-segan bahkan korbannya dibuat terluka. Itu seperti yang dialami Ny Sulami (64), warga Dusun Planding Asem, Desa Plosorejo, Kecamatan Gandusari.

Ia bersama anak perempuannya, Okta (17), yang memboncengnya terluka akibat terjatuh dari sepeda motornya. Itu terjadi disaat Ny Sulami dirampas kalungnya oleh dua pelaku yang berboncengan sepeda motor bebek, Selasa (5/2/2019) sore kemarin. Akibatnya, kalung korban seberat 6 gram dibawa kabur pelaku.

Hingga Rabu (6/2) siang, Ny Sulami masih dirawat di RSUD Ngudi Waluya Wlingi karena tangan kanannya mengalami patah tulang. Sedang, anaknya kini sudah diperbolehkan pulang.

"Untuk anaknya sudah pulang dan tinggal ibunya. Katanya, tangan kanannya mengalami patah tulang dan harus di-pen," kata AKP Purdianto, Kapolsek Wlingi.

Menurutnya, kejadian itu berlangsung pada Selasa (5/2/2019) sore atau sekitar pukul 16.00 WIB. Itu terjadi di jalan raya jurusan Kecamatan Gandusari ke Kabupaten Malang, yang lewat jalan tembus ke Kecamatan Ngantang (Malang). Tak pelak, jalannya ramai karena banyak lalu lalang kendaraan bermotor.

"Saat itu, korban (Ny Sulami) habis pulang dari belanja dari Pasar Wlingi. Ia dibonceng sepeda motor (Honda Beat) oleh anak perempuannya," ungkapnya.

Dijelaskan Purdianto, sebenarnya anak korban sudah terasa kalau ada orang yang sepertinya mengikuti laju sepeda motornya.

Terutama, saat dirinya berhenti di perempatan lampu merah Gurit atau berjarak sekitar 200 meter dari Pasar Wling. Diketahui ada dua pria berboncengan sepeda motor dan beberapa kali tepergok melihat ke arahnya.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved