Pileg 2019

Fandi Utomo Sorot Masalah Perizinan Pasar Rakyat di Surabaya, Dikeluhkan Pedagang Prosesnya Sulit

Hal itu disampaikan Fandi Utomo saat berkunjung ke Pasar Krempyeng Yamuri Kecamatan Mulyosari, Rabu (6/2/2019).

Fandi Utomo Sorot Masalah Perizinan Pasar Rakyat di Surabaya, Dikeluhkan Pedagang Prosesnya Sulit
surya.co.id/fatimatuz zahro
Caleg DPR RI dapil Jatim 1 nomor urut 3 dari Partai Kebangkitan Bangsa Fandi Utomo saat blusukan ke Pasar Yamuri di Kecamatan Mulyosari, Rabu (6/2/2019). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Pasar Rakyat di Surabaya mendapatkan perhatian Caleg DPR RI Dapil Jatim 1 Surabaya Sidoarjo nomor urut 3 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fandi Utomo.

Menurutnya pasar di Surabaya masih membutuhkan banyak perhatian. Mulai fasilitas sarana dan prasarana dan juga dari segi perizinan pasar dan aktivitas perdagangan.

Hal itu disampaikan Fandi Utomo saat berkunjung ke Pasar Krempyeng Yamuri Kecamatan Mulyosari, Rabu (6/2/2019). Saat blusukan turun ke pasar itu ia banyak menyapa dan mendengarkan suara pedagang kecil.

Pasar ini merupakan pasar yang dikelola perorangan. Pasar ini menjadi ladang berjualan bagi para pedagang yang sebelumnya digusur akibat berdagang di trotar pada kawasan itu.

Abah, salah satu pengelola Pasar Yamuri mengungkapkan kini ia mulai khawatir para pedagang yang bernaung kepadanya tak dapat lagi berjualan dengan mudah. Pasalnya, ia mengaku kesulitan dalam mengurus perijinan.

"Untuk perijinannya, kami disamakan dengan mall. Tentunya kan berbeda. Kami ini skalanya sangat kecil. Para pedagang pun bayar ongkos sewa lahannya sangat murah. Per tiga tahun," ujar Abah.

Abah berharap, proses perijinan yang harus Ia lakukan dapat ditempuh dengan cara yang mudah. Karena sejak para pedagang ini berjualan di atas lokasi yang saya miliki ini kawasan yang dulunya semrawut jadi tertata.

"Ini sementara badan hukumnya CV. Tapi ada banyak tahapan lain yang memberatkan saya," pungkas Abah.

Keluhan Abah itu direspon oleh Fandi Utomo. Ia berharap ada berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah kepada jenis usaha seperti ini.

"Pasar rakyat atau krempyeng, ini harus diberi kemudahan dan stimulus oleh pemerintah. Mereka tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kasihan," kata Fandi Utomo ketika melakukan kunjungan langsung di Pasar Yamuri.

Kemudahan yang diberikan, menurut pria yang pernah menjadi dosen di ITS Surabaya ini bisa melalui berbagai macam hal. Termasuk yang prinsip adalah proses perijinan.

"Lalu apalagi? Bisa juga ada bantuan fasilitas pelengkap untuk keberadaan pasar ini. Toilet bersih atau tempat sampah juga bisa," pungkas pria yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved