Pilpres 2019

Dicurhati Guru Honorer, Petani, dan Emak-emak, Sandiaga Uno Bagi-bagi Benda ini di Kabupaten Madiun 

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membagi-bagikan antangin kepada sejumlah warga yang ia temui.

Dicurhati Guru Honorer, Petani, dan Emak-emak, Sandiaga Uno Bagi-bagi Benda ini di Kabupaten Madiun 
surya.co.id/rahadian bagus
Sandiaga Uno membagikan antangin kepada warga di Kabupaten Madiun. 

SURYA.co.id|MADIUN - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membagi-bagikan antangin kepada sejumlah warga yang ia temui, saat berkunjung di rumah pengusaha industri perakitan alat pertanian, di Desa Milir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Rabu (6/1/2019).

Antangin itu dibagikan kepada warga yang sebelumnya telah mengeluhkan nasib mereka kepada Sandiaga Uno. Beberapa di antaranya, berasal dari kelompok tani, emak-emak, dan juga guru honorer.

"Ini guru honorer, ini dari kelompok tani, mana tadi emak-emak. Ya ini bapak-bapak juga kasihan, sementara minum dulu ini antangin. Sudah habis. Belum ada jawaban yang kongkrit, tapi kita bisa memberikan tanggapan, janji," katanya, usai membagi-bagikan antangin.

Dia mengaku sengaja membagikan antangin, karena saat ini ia belum bisa memenuhi harapan dari masyarakat yang mengeluh kepadanya, siang itu. Namun, kelak apabila ia terpilih menjadi cawapres, ia berjanji akan berusaha memenuhi harapan dari para warga.

"Karena kita ini sampai tanggal 17 april kan, belum bisa menjanjikan apa-apa. Tapi kita sampaikan bahwa mereka memiliki luar biasa kepeningan, jadi untuk sementara saya kasih antangin dulu, dan mudah-mudahan, setelah 17 april itu ada perubahan. Mereka bisa merasakan perubahan kebijakan yang akan diusung oleh Prabowo-Sandi, yang lebih berpihak kepada para petani, membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi kita," kata Sandiaga saat ditanya alasannya membagikan antangin.

Dia menambahkan, keluhan atau curhat para warga tersebut, nantinya akan menjadi bekal baginya pada saat debat pilpres putaran kedua yang akan digelar pada Minggu (17/2/2019) mendatang.

"Jadi kita konsultannya adalah rakyat-rakyat ini. Jadi rakyat-rkayat ini memberi masukan, jadi nanti debat itu adalah murni aspirasi dari apa yang disampaikan masyarakat," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved