Berita Ekonomi Bisnis

Potensi Jatim Dorong Bank Mandiri Regional VIII Optimistis Hadapi 2019

Erwan Djoko Hermawan, Regional CEO 8 Jawa 3 Bank Mandiri Surabaya, mengatakan, pihaknya sangat optimis 2019 kinerja perbankan akan tumbuh positif.

Potensi Jatim Dorong Bank Mandiri Regional VIII Optimistis Hadapi 2019
surya.co.id/sri handi lestari
Erwan Djoko Hermawan, Regional CEO 8 Jawa 3 Bank Mandiri Surabaya, saat menyerahkan santunan yang diterima Sugiono, pengelola Panti Asuhan Yatim Piatu Undaan , Surabaya, Selasa (5/2/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perayaan tahun baru Imlek 2019 yang jatuh Selasa (5/2/2019), menurut pakar Fengsui, Dian MRE, pada beberapa waktu yang akan mempengaruhi kinerja penjualan properti dan harga minyak. Sementara kinerja perbankan diprediksi masih tunbuh positif.

Erwan Djoko Hermawan, Regional CEO 8 Jawa 3 Bank Mandiri Surabaya, mengatakan, pihaknya sangat optimis tahun 2019 kinerja perbankan akan tumbuh positif.

"Apalagi di Jawa Timur. Jumlah penduduknya paling besar, kedua setelah Jawa Barat. Menjadi potensi lokal yang lumayan tinggi. Apalagi sektor perdagangan, pembiayaan, dan proses logistik, serta konsumsi terus berkembang," ungkap Erwan, disela kegiatan kunjungan di panti asuhan yatim piatu "Undaan" di Surabaya.

Potensi besar itu dipastikan akan menjadi pendorong bagi kinerja perbankan. Dikutip dari kontan.co.id, 28 Januari 2019 lalu, menyebutkan, sepanjang 2018, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) secara nasional mencatatkan kinerja ciamik.

Pertumbuhan kredit mencapai 12,4 persen secara year on year (yoy) dengan penyaluran sebesar Rp 820,1 triliun dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 729,5 triliun.

Sayangnya, percepatan pertumbuhan kredit perseroan tak diikuti dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Pasalnya pertumbuhan DPK Bank Mandiri pada 2018 melambat dibandingkan 2017.

Pada 2018, perseroan secara konsolidasi berhasil menghimpun DPK senilai Rp 840,9 triliun, tumbuh 3,1 persen dibandingkan 2017 dengan dana terhimpun sebanyak Rp 815,8 triliun.

Sedangkan pertumbuhan pada 2017 sendiri mencapai 6,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 762,5 triliun.

"Meskipun secara konsolidasian pertumbuhannya melambat, namun secara avarage balance (bank only) pertumbuhannya melesat," kata Direktur Utama Mandiri Kartika Wiroatmodjo saat paparan kinerja 2018, Senin (28/1) di Jakarta.

Sepanjang 2018, DPK bank only Mandiri memang tumbuh 7,2 persen (yoy) dengan dana terhimpun Rp 699,2 triliun dibandingkan 2017 senilai Rp 652,3 triliun.

Namun pesatnya laju DPK Mandiri pada 2018, juga akibat tak tumbuhnya DPK bank only pada 2017 yang tercatat minus 5,1 persen dibandingkan 2016 dengan dana terhimpun Rp 688,0 triliun.

"Ke depan kami memang akan fokus ke komposisi avarage balance (bank only), jadi kami akan lebih fokus menjaring DPK yang menetap lama, bukan yang bernominal besar namun cepat keluar masuknya. Agar lebih sustainable," ungkap Kartiko.

Dengan diubahnya strategi ini, Direktur Keuangan Mandiri, Panji Irawan usai paparan menyatakan, perseroan membidik pertumbuhan DPK sebesar 9 persen hingga 11 persen pada 2019.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved