Mendikbud : Ribuan Pelajar di Lombok dan Palu Masih Belajar di Kelas Darurat

Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, mengatakan hingga saat ini anak-anak korban bencana di Lombok dan Palu masih menempati kelas-kelas darurat.

Mendikbud : Ribuan Pelajar di Lombok dan Palu Masih Belajar di Kelas Darurat
surya.co.id/aminatus sofya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

SURYA.co.id | MALANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy, mengatakan hingga saat ini anak-anak korban bencana di Lombok dan Palu masih menempati kelas darurat.

Kelas darurat itu dibangun pemerintah untuk menggantikam sekolah yang rusak akibat bencana yang menerjang wilayah setempat beberapa waktu lalu.

"Mereka semua belajar di tenda, secara bertahap dialihkan," kata Muhadjir ketika berkunjung ke Malang, Selasa (5/2/2019).

Ia mengatakan, Kemendikbud dan Kementerian PUPR telah berkoordinasi untuk memulihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) agar kembali ke sekolah permanen. Berdasarkan Keppres, tugas Kemendikbud hanya memastikan bahwa KBM di lokasi bencana dapat berjalan normal.

"Jadi, begitu selesai, mulai dari trauma healing, menyiapkan tenda darurat bersama UNICEF, kemudian sampai anak-anak dibangunkan kelas darurat oleh PUPR, maka tugas kita sebetulnya sudah bisa dibilang sudah selesai," ucapnya.

Untuk sekolah rusak akibat tsunami di Lampung dan Banten, Muhadjir menyebut tidak banyak. Hingga saat ini, KBM juga masih dilaksanakan di kelas darurat.

"Di wilayah Lampung dan Banten tidak banyak sekolah yang rusak," ucap dia.

Sebagai informasi, ribuan sekolah rusak akibat rentetan bencana yang menerjang Indonesia. Di Lombok, 553 sekolah rusak akibat bencana gempa bumi. Sedangkan akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tenggara, sekitar 2.736 sekolah mengalami kerusakan.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved