Citizen Reporter

KKN 70 Universitas Trunojoyo: Gelar Penyuluhan Manfaat Tanaman Obat Keluarga (Toga)

Mahasiswa KKN 70 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar penyuluhan pemanfaatan tanaman toga.

KKN 70 Universitas Trunojoyo: Gelar Penyuluhan Manfaat Tanaman Obat Keluarga (Toga)
foto: istimewa
Tanaman Obat Keluarga (Toga) 

TANAMAN obat keluarga atau toga merupakan jenis tanaman yang banyak manfaatnya. Di Madura, khususnya di Desa Brakas Dajah, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, tanaman toga tersebar di berbagai tempat dan biasanya jarang dimanfaatkan.

Oleh karena itulah, mahasiswa KKN 70 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar penyuluhan pemanfaatan tanaman toga. Kegiatan itu dilaksanakan di ruang kelas SDN Brakas Dajah 1, Sabtu (19/1/2019) pukul 14.00.

Bersama Diana Nurus Sholihah dan timnya dari program studi Agroteknologi UTM, kegiatan itu berlangsung meriah. Sebanyak 33 masyarakat Brakas Dajah yang hadir sangat antusias selama acara berlangsung.

“Apabila merasa sedikit sakit, tidak perlu buru-buru ke dokter. Bisa diobati dengan tanaman toga yang ada di pekarangan rumah. Biayanya lebih murah dan mudah didapat,” ujar Diana.

Lebih lanjut, ia memaparkan mengenai beragam tanaman toga yang tersebar di sekitar. Misalnya, daun srikaya yang berguna untuk mengurangi linu dan daun jambu untuk mengobati diare.

Jumanten, peserta yang berprofesi petani bertanya bagaimana caranya menghilangkan linu-linu akibat terlalu lama bekerja di sawah. Itu juga yang biasa dialami petani yang lain.

“Ambillah lima daun skrikaya, rebus bersama dua gelas air. Tunggu sampai kira-kira air rebusan itu menjadi 1 gelas, lalu diminum,” papar Diana.

Selain menjelaskan tentang manfaat tanaman toga, Diana juga memberikan contoh nyata beragam tanaman toga yang terdapat di sekitar Desa Brakas Dajah. Ia menunjukkan rumput mutiara, gondola, rambusa, dan beberapa tanaman yang sebenarnya banyak manfaatnya.

Selanjutnya, timnya mendemonstrasikan cara pembuatan obat menggunakan akar ilalang. Dia mengambil 250 gr akar ilalang, dicuci bersih, kemudian diblender dengan 200 ml air. Itu disaring dan diendapkan hingga air ilalang terpisah dari ampasnya. Setelah itu, rebus air ilalang dengan 250 gr gula pasir. Aduk hingga menjadi bubuk.

“Serbuk ilalang ini baik untuk tubuh, boleh diminum kapan saja asalkan sesuai dengan takarannya,” jelasnya.

Menurut Muzemil, Koordinator KKN 70, kegiatan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat Brakas Dajah.

“Mereka menjadi paham, tanaman-tanaman liar itu juga termasuk obat,” ujarnya.

Siti Halwah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
sitihalwah@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved