Ada Tol Laut, Distribusi Sapi ke Seluruh Provinsi Indonesia Semakin Mudah dan Cepat

Keberadaan tol laut memberikan dampak positif kepada distribusi hasil peternakan terutama sapi dari NTT.

Ada Tol Laut, Distribusi Sapi ke Seluruh Provinsi Indonesia Semakin Mudah dan Cepat
surya/samsul hadi
Ilustrasi sapi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Fini Murfiani menilai keberadaan tol laut memberikan dampak positif kepada distribusi hasil peternakan terutama sapi dari NTT.

Fini mengungkapkan, sebelum ada tol laut, distribusi sapi dari NTT ke seluruh provinsi bisa dibilang asal-asalan karena menggunakan kapal kayu yang keamanannya tidak jelas.

"Atau jika bisa naik kapal cargo pun, sapi-sapi kita hanya mengisi space sisa, kalau tidak ada sisa ya sapinya tidak jadi berangkat," kata Fini dalam Seminar Nasional Tol Laut yang diselenggarakan dalam rangka Hari Pers Nasional 2019 di atas KM Dorolonda yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/2/2019).

Fini mengatakan setelah ada tol laut, melalui KM Camara Nusantara peternak bisa mendapatkan kepastian kapan sapinya bisa dikirim.

"Saat ini kementerian perhubungan telah memberikan 6 KM Camara Nusantara dan itu sudah memenuhi loading faktor sekitar 78-80 persen," lanjut Fini.

Fini melanjutkan, untuk mengirim sapi memang harus menggunakan pelayaran khusus untuk menjaga agar sapi tidak stres.

"Kalau ditempatkan bersama barang, sapi-sapi ini menjadi stres dan tidak mau makan, dan ketika sampai tujuan, misalnya dari NTT ke Jakarta bobotnnya bisa turun dari 15 sampai 20 persen," ucapnya.

Setelah adanya KM Camara Nusantara ini, Fini mengatakan penurunan bobot sapi usai perjalan paling tinggi berada di angka 9 persen.

"Yang lebih penting lagi adalah animal fairness, di KM Camara Nusantara ini sapi bisa duduk nyaman, jadi tidak stres dan itu mempengaruhi kualitas daging," ucap Fini.

Menurut Fini, ketika sapi tidak terus berdiri selama perjalanan dan bisa istirahat, hal tersebut akan membuat kualitas dagingnya terjaga karena ototnya tidak menjadi keras.

"Adanya tol laut ini bisa memutus mata rantai distribusi dan peternak bisa langsung merasakan manfaatnya yang lebih penting mereka jadi punya bargaining posisition dalam menentukan harga," pungkasnya. (Sofyan Arif Candra)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved