Berita Malang

Produksi Sampah di Kota Malang Tembus 600 Ton Perhari

Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mencatat bahwa produksi sampah di Kota Malang tiap hari mencapai 600 Ton.

Produksi Sampah di Kota Malang Tembus 600 Ton Perhari
surabaya.tribunnews.com/hayu yudha prabowo
Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau sejumlah titik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Senin (4/2/2019). Peninjauan TPA ini untuk melihat proses pembangunan Sanitary Landfill seluas 15 hektar. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

SURYA.co.id | MALANG - Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mencatat bahwa produksi sampah di Kota Malang tiap hari mencapai 600 ton.

Hal itu membuat Wali Kota Malang, Sutiaji memberikan imbauan kepada masyarakat agar turut membantu pemerintah dalam mengurangi masalah sampah.

"Kita saat ini sedang darurat sampah, untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat di Kota Malang untuk mengurangi sampah. Karena itu bisa membebani kita semua," ujarnya.

Menurutnya, Kota Malang saat ini sedang membutuhkan lahan baru guna mengatasi permasahalan sampah.

Kata Sutiaji, hingga saat ini, proses untuk pencarian lahan sangatlah susah, karena semua orang menolak daerahnya untuk dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Karena susahnya mencari lahan baru, maka dari itu kita harus melakukan terobosan melalui teknologi. Untuk itu, ada perluasan lahan hingga mencakup wilayah Kabupaten. Lahan seluas 14 hektar itu akan dimanfaatkan untuk penampungan sampah baru," ucapnya.

Sutiaji mengaku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan simulasi bantuan dari pemerintah dalam mengatasi permasahalan sampah.

"Untung saja di sini ada lahan untuk proses komposing yang setiap harinya mampu memproses 35 Ton sampah untung mengurai sampah. Dan tentu saja yang perlu di komposing ialah sampah basah," ucapnya.

Dalam kunjungannya ke TPA Supit Urang itu, orang nomor satu di Kota Malang itu juga meninjau pengelolaaan limbah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Di sana Sutiaji melihat lokasi IPLT yang terdiri dari puluhan kolam.

Menurut Rahmat, Kepala Bidang Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan dari DLH menjelaskan bahwa IPLT ini gunanya ialah untuk mengolah tinja.

Nantinya, tinja yang padat akan dijadikan pupuk, sedangkan tinja yang cair akan di treatment dan diuji di laboratorium agar menghasilkan cairan tinja yang baik dan buruk.

"Ini semua kan merupakan limbah, jadi kami akan mengolah limba tinja yang baik untuk dibuang ke sungai. Hal itu diperuntukkan untuk mengurangi bakteri E-Coli yang ada. Bakteri itulah yang menyebabkan penyakit Diare pada manusia," ujarnya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved