Menhub Akan Kooordinasi dengan Pemda untuk Putus Mata Rantai Distribusi di Pelabuhan yang Mahal

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memutus mata rantai distribusi di pelabuhan yang mahal

Menhub Akan Kooordinasi dengan Pemda untuk Putus Mata Rantai Distribusi di Pelabuhan yang Mahal
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, tujuan digagasnya program tol laut bukan hanya untuk mendistribusikan barang port to port atau dari pelabuhan satu ke pelabuhan yang lain.

Melainkan bagaimana bisa memastikan barang distribusikan dari produsen ke konsumen dengan harga yang lebih rendah.

"Karena di pelabuhan itu terjadi biaya yang lebih tinggi daripada angkutan lautnya," kata Budi saat ditemui usai Seminar Nasional Tol Laut yang diselenggarakan dalam rangka Hari Pers Nasional 2019 di atas KM Dorolonda yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (4/2/2019).

Untuk itu, lanjut Budi pembentukan dashboard antar instansi sangat diperlukan untuk memutus mata rantai di pelabuhan ini salah satunya menggunakan IT.

"Kita minta bantuan Pemda untuk mengaktifkan itu (IT)," lanjut Budi.
.
Dengan adanya tol laut sendiri, Budi mengklaim ongkos distribusi bisa turun sampai 20 persen.

"Namun ini akan lebih efektif kalau kita memiliki suatu model bisnis yang yang clear," ucapnya.

Untuk itulah peran pemerintah daerah dan media sangat penting dalam memutus mata rantai distribusi ini terutama di pelabuhan yang membutuhkan ongkos yang banyak.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved