Gus Andi Perjuangkan Para Peneliti apabila Dipercaya Jadi Legislator, Begini Alasannya

Berlatarbelakang peneliti, Andi Budi Sulstijanto, Caleg DPR RI dari Jawa Timur ingin perjuangkan nasib para peneliti bila terpilih

Gus Andi Perjuangkan Para Peneliti apabila Dipercaya Jadi Legislator, Begini Alasannya
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Andi Budi Sulstijanto, calon legislatif (Caleg) DPR RI Jawa Timur daerah pilihan (dapil) 1 yang meliputi Surabaya-Sidoarjo saat berkunjung ke beberapa daerah di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Andi Budi Sulstijanto, calon legislatif (Caleg) DPR RI Jawa Timur daerah pilihan (dapil) 1 (Surabaya-Sidoarjo) memiliki hobi meneliti. Dengan berbekal kegemarannya ini, ia cukup optimistis bisa menyelesaikan permasalahan di kursi parlemen andai nantinya terpilih.

Kesukaannya dalam meneliti ini sudah dilakukannya jauh sebelum menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Soial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Palembang. Kesukaan Gus Andi, sapaannya, tepatnya dimulai sejak tercatat sebagai mahasiswa magister ilmu komunikasi di Universitas Mercua Buana Jakarta.

Kesehariannya yang sering berjumpa dengan tokoh partai dan pejabat negara kala menjabat sebagai staf khusus di DPR RI, mendorongnya terbiasa membangun komunikasi dengan orang-orang berpengaruh.

"Kami suka meneliti sejak kuliah s2. Kita termotivasi lebih banyak wawancara dengan banyak pihak," ujarnya ditemui di sela-sela berkunjung ke beberapa daerah di Surabaya, Senin (3/2/2019).

Ketua KNPI Kota Surabaya periode 1997-2005 ini mengaku selama ini banyak meneliti tentang elit-elit politik di DPR RI. Gus Andi mencontohkan mengkaji beberapa tokoh penting dalam menjalankan politik praktis.

"Saya lebih banyak komunikasi ketokohan, melihat figur seseorang, style tokoh tertentu, saya punya banyak stok untuk menulis banyak tokoh," ungkap politisi yang juga akan Melaunching buku ke 2 tentang Presiden RI Joko Widodo, berjudul Politik Kerja Jokowi ini.

Menurutnya, kehadiran tulisan atau buku yang menjelaskan tentang tokoh akan membuat masyarakat terinspirasi. Generasi muda yang tidak semasa dengan tokoh tertentu, akan mengetahui biografi tokoh itu dari beberapa tulisan dan buku.

"Hasil penelitian saya yang sudah dibukukan itu diantaranya berjudul Komunikasi Politik Jokowi, buku yang kedua judulnya Politik Kerja Jokowi," kata wakil bendara KNPI Jawa Timur periode 2005-2008 ini.

Ketua DPP Partai Golkar bidang Keagamaan dan Ormas Agama ini menjelaskan, seorang tokoh akan terjaga integritasnya karena ada buku. Buku memiliki pengaruh yang cukup bagua untuk kecerdasan bangsa.

Kecintaan Gus Andi dalam meneliti ini mendorongnya menjadi salah satu penggagas berdirinya Indonesia Qualitative Researcher Asosiation (IQRA) bersama Prof Burhan Bungin dengan ketua dewan penasehat IQRA Bambang Soesatyo,SE, MBA yang saat ini menjabat sebagai ketua DPR RI. Sedangkan Gus Andi tercatat sebagai Bendahara Umum IQRA.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved