Berita Blitar

Hendak Ditangkap Polisi, Pengedar Ganja di Blitar Ngaku Sebagai Polisi yang Nyanggong Penjahat

Jupri, pengedar ganja di Blitar mengaku-ngaku sebagai polisi saat hendak ditangkap polisi.

Hendak Ditangkap Polisi, Pengedar Ganja di Blitar Ngaku Sebagai Polisi yang Nyanggong Penjahat
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | BLITAR - Jupri, pria 22 tahun yang diduga mengedarkan ganja di Blitar ini benar-benar nekat. Keapda polisi yang akan menangkapnya,  warga Desa Duren, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar itu mengaku sebagai polisi buser (buru sergap) yang sedang menyanggong penjahat.

Tetapi, polisi yang menangkapnya tak mau terkecoh. Begitu disodori pertanyaan, Jupri gelagapan tak bisa menjawab. 

Dia pun pasrah saja saat akhirnnya dikeler ke kantor polisi. 

Jupri ditangkap di sekitar lapangan Sepak Bola Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum,  Kabupaten Blitar, Sabtu (2/2) malam.

Dia ditangkap beserta barang bukti ganja kering 3,2 gram yang disimpan di dalam bungkus rokok. 

"Kalau rokoknya sudah habis dan tinggal ada dua bungkus ganja, yang ada dalam kotak rokok itu. Bungkus rokok itu ditemukan di dalam tas kecil yang dicangklongnya," kata AKP Didik Suhardi, Kasat Narkoba Polres Blitar, Minggu (3/2).

Menurut Didik, Jupri memang sudah lama dicari petugas karena ada informasi kalau ia sering melakukan transaksi ganja.

Kebetulan, Sabtu (2/2) sore sekitar pukul 16.00 WIB, petugas mendapat informasi bahwa akan berlangsung transaksi ganja

Saat melakukan pengintaian, polisi pun mendapati bahwa pelaku transaksi ganja itu adalah Jupri yang sudah cukup lama dicari. Pengintaian itu berlangsung cukup lama hingga akhirnya petugas yang tak mau kehilangan buruan, mendatangi Jupri yang sedang menunggu calon pembeli. 

Polisi berpakaian sipil itu pun berpura-pura bertanya kepada Jupri. Saat itulah, Jupri dengan gaya  bak petugas Buser, menjawab sedang menyanggong pelaku kejahatan penggelapan dan penipuan. 

"Petugas apa mas dan dari mana, kok ngaku-ngaku petugas?" tanya balik petugas tersebut.

Saat ditanya demikian, Jupri sadar bahwa lawan bicaranya adalah polisi. Saat itulah dia mulai gelisah tak bisa menjawab, hingga akhirnya rela digeledah. 

Hingga kini polisi masih mengembangkan informasi dari mana ganja tersebut didapat. 

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved