Pilpres 2019

Alumni GSNI Bebaskan Anggotanya Tentukan Pilihan di Pilpres 2019

Persatuan Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) membebaskan kadernya bersikap di Pemilihan Presiden 2019.

Alumni GSNI Bebaskan Anggotanya Tentukan Pilihan di Pilpres 2019
surya.co.id/bobby constantine koloway
Ketua Umum DPN PA GSNI Soenarto Sardhiatmodjo saat hadir pada acara Dies Natalis Ke-60 sekaligus pengukuhan pengurus DPP PA GSNI Jatim di Surabaya, Minggu (3/2/2019).   

SURYA.co.id, SURABAYA - Persatuan Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) membebaskan kadernya bersikap di Pemilihan Presiden 2019 dengan memilih sesuai hati nurani masing-masing. Organisasi ini mempersilahkan kadernya untuk memilih pasangan calon Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

”Sesuai aturan di internal organisasi, GSNI independen di Pemilihan Presiden dan mempersilakan kader memilih siapapun,” ujar Ketua Umum DPN PA GSNI Soenarto Sardhiatmodjo di sela Dies Natalis Ke-60 sekaligus pengukuhan pengurus DPP PA GSNI Jatim di Surabaya, Minggu (3/2/2019).

Menurut dia, jumlah kader PA GSNI saat ini mencapai jutaan orang yang tersebar di seluruh Indonesia Sehingga, masing-masing anggota memiliki berbagai pandangan terhadap sosok pemimpin bangsa.

”Kami tidak boleh ada paksaan organisasi untuk mengarahkan ke calon tertentu,” katanya.

Kader PA GSNI, kata dia, berlatar pandangan politik secara global. Ada yang bergabung di beberapa partai politik dan sekaligus dipercaya menjadi anggota legislatif maupun saat ini maju sebagai caleg, kepala daerah, hingga seorang mantan Presiden RI.

Selain itu, tidak berpihaknya PA GSNI ke salah satu pasangan calon presiden dilakukan untuk menghindari konflik di tubuh organisasi yang rawan mengakibatkan perpecahan antarkader. “Kami persilakan mendukung Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,” ucapnya.

Terkait perkembangan internal organisasi, pada kesempatan tersebut ketua umum juga menyampaikan tantangan anak muda saat ini, di antaranya penurunan komitmen terhadap Pancasila, kurangnya semangat wirausahawan hingga maraknya narkoba.

  Langkah konkretnya, kata dia, harus dibekali pengetahuan seperti wawasan kebangsaan, kemudian juga dalam bentuk nyata dari sisi ekonomi, antara lain membangun koperasi sebagai latihan menuju kewirausahaaan. Sedangkan, menghadapi revolusi industri 4.0, ia berpesan kader harus cerdas menyikapinya, sebab mau tidak mau harus dilalui karena teknologi dengan percepatan luar biasa.

“Intinya, jangan sampai kita terjajah dengan munculnya revolusi industri 4.0. Mari hadapi dengan cerdas,” katanya.

Sementara itu, di tempat sama juga dilakukan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Provinsi PA GSNI Jawa Timur periode 2018 hingga digelarnya Musda yang akan ditentukan berikutnya.

Ketua DPP PA GSNI Jatim Soenarwan Mahendra siap menjalankan amanah yang diberikan kepadanya dan pengurus lain di periode kali ini, serta menegaskan fokusnya terhadap kaderisasi. 

Tentang Pemilihan Presiden 2019, ia mengaku satu garis dengan DPN yang membebaskan kadernya bersikap dan mengimbau tidak saling konflik meski berbeda pilihan.

 

 
 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved