Ekonomi Bisnis

Tarif SMU Naik, Perusahaan Ekspedisi Barang TIKI Naikkan Harga Jasa Kiriman

Tarif Surat Muatan Udara (SMU) naik membuat perusahaan ekspedisi menaikkan harga jasa pengiriman barang

Tarif SMU Naik, Perusahaan Ekspedisi Barang TIKI Naikkan Harga Jasa Kiriman
tribunjatim.com/kukuh kurniawan
Suasana ruang penyortiran kiriman barang di PT TIKI Surabaya, Sedati, Sidoarjo, Jumat (01/02/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Tarif Surat Muatan Udara (SMU) naik membuat perusahaan ekspedisi menaikkan harga jasa pengiriman barang. Direktur Operasional PT Titipan Kilat (TIKI) Surabaya, Yonatan Wiraseputra, mengatakan kenaikan tarif SMU sudah di luar batas.

"Mulai Oktober 2018 hingga Januari 2019 ini kenaikan nya langsung hingga sampai 300 persen. Ini berlebihan," kata Yonatan kepada TribunJatim.com (grup surya.co.id), Jumat (01/02/2019).

Oleh karenanya mau tak mau ia harus menaikkan harga jasa kiriman barang kepada konsumen.

Ia mengungkapkan sebelum menaikkan harga jasa kiriman kepada konsumen, pihakny selalu menutup tarif SMU tersebut menggunakan dana perusahaan.

PT TIKI Surabaya Perbanyak Pengiriman Barang Pakai Transportasi Darat, Begini Alasannya

Sebagai contoh, rute Jakarta-Surabaya yang masih menjadi primadona untuk rute kiriman.

Untuk jasa pengiriman Ekonomi Rp 14.000 / kg, Reguler Rp 17.000 / kg, dan One Night Service (ONS) Rp 27.000.

Padahal untuk Desember 2018 lalu untuk Ekonomi Rp 12.000, Reguler Rp 14.000, dan ONS Rp 21.000.

Namun, ia berencana akan menaikkan harga jasa kiriman barang tersebut dalam waktu dekat ini.

"Itu sebenarnya kita masih menggunakan patokan harga SMU yang Desember 2018 kemarin. Berhubung ada perubahan harga SMU lagi di  Januari ini maka akan kita ubah lagi dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Ia meminta agar pihak pemerintah segera menyikapi dan melakukan tindakan terhadap hal tersebut.

Karena menurutnya, perubahan tarif di perusahaannya normalnya berlangsung tiap 3 tahun sekali.

"Tapi ini kita harus melakukan perubahan tiap 3 bulan sekali. Yang kasihan justru malah konsumen karena bingung dengan tarif yang tidak konsisten," tandasnya.

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved