Berita Surabaya

Usai Tepuk Pundak Gadis 15 Tahun, Perempuan Surabaya Ini Minta Perhiasan, Sempat Diteriaki Jambret

Usai tepuk pundak gadis 15 tahun, perempuan Surabaya ini lalu meminta perhiasannya. Tertangkap saat korbannya teriak 'jambret'

Usai Tepuk Pundak Gadis 15 Tahun, Perempuan Surabaya Ini Minta Perhiasan, Sempat Diteriaki Jambret
surya.co.id/istimewa
Saropa (30) pelaku gendam yang menipu remaja berusia 15 tahun di Kota Surabaya, ditangkap Polsek Kenjeran, Rabu (30/1/2019), 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekali tepuk pundak, aksi pelaku gendam bernama Saropa (30), membawa kabur perhiasan-perhiasan milik korbannya.

Trik itu dilakukannnya sembari menggiring korban mengikuti perkataannya.

Kasus ini berawal saat perempuan asal Kampung Seng ini mengendarai motor Yamaha Vega dan melihat seorang remaja memakai perhiasan, Selasa (29/1/2019), sekitar pukul 16.00 WIB.

Pelaku melihat korban LDA (15) berjalan sendiri di Jalan Pogot.

"Tersangka memanggil korban dan menepuk pundaknya, 'Dik sini tolong bantu sebentar," ujar Kanit Reskrim Polsek Kenjeran Iptu Hendri Subandrio menirukan ucapan tersangka.

Tersangka Saropa kemudian membonceng korbannya dengan tujuan seolah-olah diajak menemui seseorang untuk mengambil uang.

Sesampainya di Jalan M Noor, Kedung Cowek, tersangka meminta kalung, liontin dan tiga cincin yang dipakai korban.

"Alasannya perhiasan itu akan ditunjukkan ke orang yang punya hutang kepada tersangka," kata Hendri.

Korban kemudian dibonceng kembali, namun di tengah perjalanan, tersangka meminta korban turun mengecek kondisi ban motor seolah-olah kempes.

Aksi tersebut kemudian terungkap setelah korban turun, namun pelaku justru kabur.

Disanalah korban teriak jambret hingga dibantu warga mengejar pelaku dan ditahan di Polsek Kenjeran.

"Korban sadar teriak jambret, tersangka langsung kabur dan dikejar warga. Yang bersangkutan kami amankan dibantu warga," kata Hendri.

Kini, tersangka Saropa harus mendekam di tahanan Polsek Kenjeran. Dirinya dijerat pasal 378 KUHP dan 372 KUHP, kasus penipuan dan penggelapan. (Nurika Anisa)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved