Berita Blitar

Sopir Truk di Blitar Ditangkap Polisi terkait Narkoba, Pelaku hampir Lolos karena Bilang Begini

Petugas jeli sehingga bungkus rokok Mild yang dibuang pelaku itu dicari kembali. Begitu dibuka, di dalam bungkus itu ditemukan SS seberat 0,35 gram.

Sopir Truk di Blitar Ditangkap Polisi terkait Narkoba, Pelaku hampir Lolos karena Bilang Begini
istimewa
Foto ilustrasi pelaku narkoba. Petugas Satnarkoba Polres Blitar hampir terkecoh dengan ulah sopir truk yang nyambi pengedar sabu. 

SURYA.co.id | BLITAR - Petugas Satnarkoba Polres Blitar hampir saja terkeco ketika menangkap Elika A (41) yang dicurigai pengedar sabu-sabu (SS). Sebab, saat digeledah, di tubuh warga Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kediri, tak ditemukan benda apapun. Pelaku bahkan sempat bilang rokoknya sedang habis lalu meremas-remas bungkus lalu membuangnya.

"Waduh bos, rokok e kok pas habis," ujar pelaku yang ditirukan petugas.

Namun untungnya, petugas jeli sehingga bungkus rokok Mild yang dibuang pelaku itu dicari kembali. Begitu dibuka, di dalam bungkus itu ditemukan SS seberat 0,35 gram, yang diduga akan dijual ke temannya, sesama sopir truk pasir.

Akhirnya, Selasa (29/1) malam atau sekitar pukul 20.00 WIB, pelaku yang tiap hari bekerja sebagai sopir truk pengangkut pasir itu digelandang ke Polres Blitar. Dari dia, selain diamankan 0,35 gram itu juga ditemukan peralatan nyabu, seperti pipet, dan botol bekas air mineral yang dipakai buat nyabu.

"Malah, di dalam pipet itu masih ditemukan sisa sabu-sabu yang habis dipakai dan itu masih bisa dinikmati. Sisa sabu-sabu itu menempel di kaca pipet. Melihat bekasnya, itu belum lama dipakai nyabu," kata AKP Didik Suhardi, Kasat Narkoba Polres Blitar, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya, penangkapan pelaku itu berawal dari petugas menguntitnya. Saat dikuntit, dia yang mengendarai sepeda motor sendirian itu berhenti di pinggir jalan atau tepatnya di jalan Desa Sidodadi, Kecamatan Garum.

Sepertinya, dia sedang menunggu pembeli. Dugaannya, sopir truk, yang habis mengambil pasir dari Kali Putih, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum. Sebab, jalan itu merupakan jalan satu-satunya buat keluar truk, yang habis mengambil pasir, untuk dijual ke luar kota.

Saat itu, dia sedang duduk di atas sepeda motornya. Tahu pelaku sedang menunggu pembeli, petugas yang sudah lama mencarinya itu tak langsung meringkusnya. Namun, ia ditunggu sambil diawasi dari kejauhan. Rupanya, entah tahu atau tidak kalau lagi diawasi, ia terlihat mulai kebingungan. Bahkan, ia hampir pergi.

"Mungkin, karena menunggu pembelinya lama atau tak kunjung datang, ia tampak agak resah," ujarnya.

Khawatir dia lolos karena sudah mulai menghidupkan mesin sepeda motornya, dua petugas yang mengawasi dari jarak sekitar 20 meter itu cepat-cepat mendekatinya. Namun, sebelum beraksi, dua petugas itu malah disapa duluan oleh pelaku.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved