Mengintip Prospek Bisnis Properti di Tahun Babi

Pakar fengsui Mas Dian, MRE, mengatakan di tahun Babi Tanah, diprediksi akan berpengaruh pada bisnis properti dan harga minyak dunia.

Mengintip Prospek Bisnis Properti di Tahun Babi
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Ahli fengsui Mas Dian, MRE, saat menyampaikan ramalan ekonomi di tahun Babi Tanah yang akan dimulai pada 5 Februari 2019 mendatang, di acara yang digelar PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di Jakarta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjelang pergantian tahun baru China pada 5 Februari mendatang, berganti dari tahun Anjing Tanah menjadi Babi Tanah. Pakar fengsui Mas Dian, MRE, mengatakan di tahun Babi Tanah, diprediksi akan berpengaruh pada bisnis properti dan harga minyak dunia. 

"Tahun Babi Kayu merupakan tahun yang berat bagi properti . Pasalnya, pada tahun ini bisnis properti belum menemukan peruntungan. Properti mempunyai unsur logam. Jika, logam dibenturkan dengan kayu maka akan patah, sehingga bisnis properti bakal berkorban," jelas Mas Dian, saat tampil di kegiatan Investment Outlook "Kemilau Harga Emas di Tahun Babi 2019" yang digelar PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di Jakarta pekan lalu.

Meski properti melemah, masyarakat masih bisa melakukan invetasi di sektor properti dengan melihat kapan waktu yang tepat. Bila waktunya tepat, maka bisnisnya propertinya tetap bisa gemilang.

"Di saat situasi yang tidak menguntungkan itu kita harus cerdas, dalam filosofi ada yin dan yang, di dalam tempat buruk pasti ada yang bagus, yang paling bagus pun ada masalah. Jadi kita cari kesempatan itu," tambahnya.

Dan hal itu juga tergantung faktor manusianya. Sedang baik atau tidak. Kalau pelakunya ritme sedang bagus dia akan cerdas bisa jalan dan kapan mundur. Tahun 2020 properti baru bisa gemilang.

Selain sektor properti, sektor harga minyak dunia juga akan mempengaruhi ekonomi di tahun Babi Tanah ini.

Menurut Mas Dian, harga minyak mentah dunia bakal terus naik pada tahun 2019.

Dia menerangkan, minyak mempunyai unsur api yang mana bisa membakar kayu.

Minyak unsur api, api pembakar kayu. "Dia (kayu) akan berkorban, harga mulai naik," ungkapnya.

Mas Dian juga mengatakan, dengan naiknya harga minyak maka, akan mempengaruhi harga-harga lainnya. Artinya, harga-harga barang yang berkaitan dengan minyak akan mulai naik.

Harga Minyak saat ini memang sedang naik. Pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) Harga minyak memperpanjang kenaikannya.

Minyak AS, West Texas Intermediate (WTI naik 56 sen AS menjadi menetap pada 53,69 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan, minyak mentah Brent naik 55 sen AS menjadi ditutup pada 61,64 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara untuk bisnis yang memiliki prospek cerah di tahun Babi Kayu adalah furniture dan kuliner. Meskipun untuk kuliner persaingan masih menjadi tantangan.

"Kita lihat mal sepi enggak? nah yang ramai itu restoran. Masalahnya yang jualan banyak, makanya dagingnya dibagi-bagi. Jadi masih bersaing, siapa pelakunya, punya bakatnya di kuliner. Kalau modal doang ya kacau, tergantung orangnya juga," tandas Mas Dian.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved