Citizen Reporter

Mendongeng Untuk Anak, Jangan Sebut Ada Binatang Jahat

Dongeng adalah medium bagus untuk menumbuhkan karakter baik pada anak. Tapi ingat, jangan sekali-sekali menyebut ada binatang yang jahat. Kenapa?

Mendongeng Untuk Anak, Jangan Sebut Ada Binatang Jahat
ist
Kelompok Guru Belajar (KGB) Blitar bersama Retno Dewi Yulianti menggelar diskusi berjudul Literasi Dengan Mendongeng. 

Jarum jam menunjukkan pukul 10.00 saat Kelompok Guru Belajar (KGB) Blitar memulai diskusi. Kali itu, Retno Dewi Yulianti sebagai pemantik mengangkat tema berjudul Literasi Dengan Mendongeng. 

SURYA.co.id | BLITAR - Taman Kebon Rojo Blitar tengah ramai didatangi pengunjung saat mereka melakukan aktivitas, Minggu, (20/1/2019). Orang-orang yang datang ke taman dari berbagai kalangan, anak-anak hingga dewasa, juga dari berbagai wilayah.

Banyak hal yang bisa dilakukan di tempat ini. Misalnya bersepeda, mobil-mobilan, mewarnai, melihat-lihat hewan, bersantai-santai, hingga berkumpul untuk berbagi ilmu seperti yang dilakukan KGB Blitar.

Saat Retno memberi contoh berdongeng, terlihat 12 orang lainnya menyimak, dan beberapa di antaranya mencatat pada buku kecil.

Retno adalah salah satu anggota sukarelawan dongeng Kumpul Dongeng Surabaya dengan teknik dongeng membaca.

Ia menyampaikan, dongeng bisa digunakan untuk mengajak anak membaca buku dan menyenangkan hati anak.

Selain itu, dongeng juga bisa digunakan untuk menanamkan pesan moral pada anak yang mendengarnya.

“Caranya terbilang mudah yaitu dengan penekanan dan pengulangan pesan positif saat bercerita," ujarnya.

Pada dongeng berjudul Kanchil: Kisah Sebenarnya yang ditulis AIO dan ia ceritakan, Retno menjelaskan, penekanan dan pengulangan pesan moral terjadi pada kalimat 'sesuatu yang baik itu perlu dibagikan'.

Kalimat itu terdapat pada beberapa kejadian dalam satu cerita. Salah satunya adalah saat Kanchil memberitahu warga desa tentang cara menanam mentimun agar tanah tidak gersang. Setelah itu, bisa ditambah pertanyaan pada anak untuk mengukur pemahaman tentang apa yang sudah didapatkan.

Karena mendongeng dengan teknik membaca, Retno juga memberitahu jika tidak semua buku dongeng bagus untuk bahan mendongeng. Buku yang bagus untuk mendongeng adalah buku yang memiliki pengulangan pesan sehingga nilai yang diangkat pada cerita dapat tersampaikan dan akhirnya diaplikasikan dalam kehidupan.

Selain itu, buku dongeng yang menjelaskan karakter jahat harus dihindari karena bisa menimbulkan persepsi keliru pada anak.

"Terdapat serigala jahat yang memakan domba, misalnya. Kita jangan menceritakan hal seperti itu karena anak bisa berpendapat jika serigala adalah binatang jahat. Kenetralan pada binatang harus dijaga. Semua binatang itu baik," imbuh Retno sembari memegang buku catatan bersampul merah miliknya.

Tanya jawab setelah materi menjadi saat menyenangkan. Pertanyaan demi pertanyaan, tambahan, juga jawaban dilakukan dengan santai di antara mereka. Beberapa makanan ringan dan minuman menemani perbincangan hingga tidak terasa dua jam sudah mereka melakukan diskusi.

Penulis : Khoirul Muttaqin, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah  Universitas Negeri Malang

Tags
dongeng
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved