Citizen Reporter

Mahasiswa KKN UTM Bangkalan Latih Warga Ciptakan Kudapan Jadul Rasa Modern

Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan berbagai inovasi dalam upaya peningkatan taraf perekonomian masyarakat.

Mahasiswa KKN UTM Bangkalan Latih Warga Ciptakan Kudapan Jadul Rasa Modern
ist
Rengginang dalam kemasan buatan mahasiswa KKN UTM di Bangkalan. 

Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan berbagai inovasi dalam upaya peningkatan taraf perekonomian masyarakat. Salah satunya melalui bidang kewirausahaan.

Bertempat di Dusun Karang Tengah, Desa Karang Panasan, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, mahasiswa KKN Kelompok 67 mampu menarik minat masyarakat setempat untuk mengikuti sosialisasi yang mereka adakan Senin (14/1/2019) di salah satu rumah warga.

Inovasi yang ditawarkan adalah brownis jagung dan rengginang. Jagung merupakan komoditas terbanyak yang dihasilkan masyarakat Desa Karang Panasan.

Brownis jagung dibuat dengan mencampurkan 6 putih telur dengan 6 sendok makan gula dan diaduk menggunakan mixer hingga putih. Setelah itu diberi SP (bahan pengembang).

Adonan kedua dibuat dengan mencampur tepung, mentega, dan minyak masing-masing 6 sendok makan. Tiga bungkus susu kental manis dan jagung yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam terigu. Adonan kedua dimasukkan ke dalam adonan pertama dan diaduk hingga rata.

Setelah itu, dituang ke dalam loyang yang sudah diolesi margarine. Kukus sekitar 30 menit.

Ide kedua adalah dengan memberi rasa modern pada rengginang. Mahasiswa menambahkan variasi rasa seperti rasa ayam bakar, sapi panggang, keju asin, dan balado.

Warga Karang Panasan sering membuat rengginang, namun hanya untuk konsumsi pribadi.

Rengginang dibuat dari ketan yang direndam selama tiga jam, kemudian ditanah 10-15 menit. Bumbunya hanya bawang putih, garam, dan terasi yang dicampur dengan air hangat. Semuanya diaduk dengan ketan kukus.

Setelah itu dicetak dan dijemur. Ketika sudah kering, rengginang digoreng dan ditaburi variasi rasa.

Selain ditambah rasa, rengginang juga dikemas menarik dengan plastik klip zipper stand up nylon yang memiliki Ziplock atau risleting. Keunggulan itu menjadikan produk lebih tahan lama dan tidak mudah tumpah karena bisa ditutup kembali. Dengan itu diharapkan bisa menambah nilai jual rengginang.

Respons yang sangat bagus mengenai rasa, kemasan, dan sosialisasi yang dilakukan terbukti dengan warga yang aktif bertanya. Mereka bersemangat mencoba.

“Tidak berhenti di sini, kami akan memasarkan produk ini baik secara manual maupun online. Kontribusi dan peran serta pemuda sangat dibutuhkan,” ujar Iman selaku Kordes KKN 67.

Penulis : Yuni Puspita Indah
Mahasiswa KKN 67, Universitas Trunojoyo Madura

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved