Berita Tulungagung

Kapolres Tulungagung Sebut Penyelidikan Kasus Avanza Terjun ke Sungai Brantas Masih Berlanjut

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, sebut penyelidikan kasus Avanza tenggelam di Sungai Brantas masih berjalan di kepolisian

Kapolres Tulungagung Sebut Penyelidikan Kasus Avanza Terjun ke Sungai Brantas Masih Berlanjut
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Tempat tunggu penumpang di dermaga penyeberangan Pema di Desa/Kecamatan Ngunut masih dipenuhi warga yang penasaran dengan kejadian Toyota Avanza yang terjun ke Sungai Brantas, pada Sabtu (26/1) silam. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Proses pencarian korban dan evakuasi mobil Toyota Avanza yang terjun ke Sungai Brantas Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung, telah selesai dilakukan. Namun, penyelidikan kasus ini masih berjalan di kepolisian.

Hal ini diungkapkan Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, Rabu (30/1/2019) saat meninjau dermaga Pema Ngunut bersama Forkopimda.

"Penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap unsur kelalaian dalam kejadian itu," ujar Tofik.

Sejauh ini polisi telah meminta keterangan empat orang saksi, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami tidak gegabah untuk menetapkan tersangka sebelum bukti dan saksi mencukupi. Sudah ada empat saksi, termasuk sopir mobil," ungkap Tofik.

Sebelumnya, proses meminta keterangan saksi sempat dihentikan untuk memberi kesempatan keluarga memakamkan para korban

Penyidik kepolisian nantinya juga memeriksa kondisi mobil yang terjun ke Sungai Brantas ini.

Pemeriksaan untuk melihat kelayakan mobil. Sebab ada kemungkinan, kecelakaan terjadi karena kondisi mobil yang tidak layak jalan.

Sebuah mobil Toyota Avanza L 1147 BF warna silver terjatuh ke Sungai Brantas, di penyeberangan Pema, Desa/Kecamatan Ngunut, Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sopir mobil Waridi (56), warga Rungkut Lor, Gang 9 Nomor 5 berhasil selamat.

Tiga penumpang ikut hilang bersama mobil, mereka adalahi dua anak Waridi: Fitri Nursyam (34) dan Siti Yuniati (32) serta kakak Waridi, Siti Alfiah (61).

Dua penumpang lainnya juga selamat, karena turun dari mobil saat tiba di dermaga penyeberangan.

Keduanya adalah Sholikatin (56), istri Waridi dan Imam Shodikin, adik Waridi, warga Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved