Citizen Reporter

Pelatihan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Surabaya, Bekal IT untuk Ribuan Guru TK

Ratusan guru TK se-Surabaya berkumpul setiap pagi. Kegiatan ini berlangsung sejak (9-11) Januari.

Pelatihan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Surabaya, Bekal IT untuk Ribuan Guru TK
foto: istimewa
Suasana pelatihan IT untuk ratusan guru TK se-Surabaya. 

RATUSAN guru TK se-Surabaya berkumpul setiap pagi. Kegiatan ini berlangsung sejak (9-11) Januari. Baik usia muda maupun tua mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Surabaya.

Acara itu dihadiri oleh dosen S1 Teknik Komputer Stikom Surabaya, Ketua IGTKI Surabaya, dan salah satu manajer penerbit buku.

Pelatihan dibuka oleh ketua PGRI Surabaya, Sumarto pada Kamis (9/1/2019) di Hall BG Junction Mall Surabaya. Hari pertama pelatihan diikuti IGTKI dari Kecamatan Wonokromo, Sukolilo, Rungkut, Wonocolo, dan Sawahan.

Pelatihan Pembelajaran berbasis IT diberikan pada IGTKI se-Surabaya. Sejumlah 1.300 guru itu dibagi selama tiga hari.

Ira Puspasari, dosen Stikom Surabaya selaku narasumber, memberikan materi mengenai aplikasi pembuatan power point untuk jenjang TK. Itu mulai dari pengenalan dasar, pembuatan slide, animasi, dan cara mengaplikasikan permainan anak berbentuk shock wave flash (swf) ke power point. Swf adalah jenis format untuk menampilkan animasi.

“Saya menyiapkan materi IT yang sesuai standar Kemendikbud untuk guru TK. Itu menjadi tantangan tersendiri karena harus mengajar 400 guru setiap hari,” kata Ira. Sebagian guru yang ketinggalan teknologi sangat antusias, bahkan ingin belajar privat dengannya.

Kegiatan itu diwajibkan untuk meningkatkan pengetahuan IT yang mengacu pada lomba pembelajaran berbasis IT.

“Jadi setelah pelatihan ini guru-guru TK akan dilombakan, pemenangnya akan maju mewakili Surabaya,” ungkap Massa Hariana, Ketua IGTKI Surabaya.

Meski kadang-kadang dianggap sebelah mata, guru TK yang bermain, bernyanyi, dan menari dengan anak kecil sangat penting untuk mengenal IT. Hal itu bermanfaat agar ditanamkan ke anak didik lebih dini.

“Zaman sekarang anak kecil sudah pintar-pintar. Kalau ibu gurunya tidak paham malah bahaya. Sedikit banyak juga penting untuk pembelajaran teman-teman guru TK atau PAUD. Jadi, tidak harus tabu dengan IT agar ilmunya juga berbasis teknologi,” papar Ketua PGRI Surabaya.

Mau tidak mau dari anak-anak hingga orang tua harus mengikuti zaman. Perkembangan IT yang sangat cepat dapat memengaruhi kehidupan. Hal itu juga disampaikan Sumarto.

“Sekarang sudah serba teknologi. Kalau kita tidak mengikuti, kita akan ketinggalan zaman. Kita harus belajar terus, meskipun baru sekarang,” tambahnya.

Kegiatan itu menjadi langkah awal. Rencananya, semua guru muda harus memiliki blog untuk membentuk guru blogger muda.

Elsa Pebriatanti
Staf Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya
elsapebriatanti@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved