Citizen Reporter

Mahasiswa UWKS Santuni Anak Yatim saat Libur Kuliah, Wujud Kepedulian terhadap Sesama 

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) membagikan santunan dan bingkisan terhadap anak yatim di Kandangan Gunung Benowo.

Mahasiswa UWKS Santuni Anak Yatim saat Libur Kuliah, Wujud Kepedulian terhadap Sesama 
foto: istimewa
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang tergabung dalam wadah Paguyuban Lintas Fakultas Hukum Kelas Malam UWKS mengisi liburan kuliah semester gasal dengan memberi santunan dan bingkisan kepada yatim piatu di Kandangan Gunung Surabaya. 

BANYAK cara dilakukan mahasiswa untuk mengisi liburan kuliah setelah sebelumnya mengikuti ujian akhir semester (UAS). Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang tergabung dalam wadah Paguyuban Lintas Fakultas Hukum Kelas Malam UWKS mengisi liburan kuliah semester gasal dengan memberi santunan dan bingkisan.

Bantuan diberikan kepada anak yatim warga kampung Kandangan Gunung, Minggu (13/1/2019), di Gedung Pandansari, Kandangan Gunung, Kecamatan Benowo, Surabaya. Wajah anak-anak yatim di RW I Kampung Kandangan Gunung itu ceria.

Noor Tri Hastuti, selaku dosen pembimbing, menyatakan kegiatan sosial dengan pemberian santunan kepada anak yatim adalah wujud kepedulian mahasiswa kepada warga yang kurang mampu. Agenda santunan anak yatim semacam itu patut dilanjutkan.

“Sebagai calon pemimpin dan pelopor, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus peka dan peduli terhadap sesama,” tuturnya.

Aksi sosial yang diselenggarakan tidak hanya pemberian santunan dan bingkisan kepada anak yatim. Mereka juga mengemas tema Nasi Bungkus Duafa. Mahasiswa berkeliling membagikan nasi bungkus kepada warga kurang mampu.

Dalam kesempatan itu, H Timbul Sutrisno, Ketua RW I Kandangan Gunung, mengapresiasi kegiatan santunan anak yatim. Ia berterima kasih atas perhatian dan bantuan para mahasiswa.

Acara itu juga diisi ceramah agama dari Imam Wahyudi. Ia mengingatkan untuk selalu mengingat anak-anak yatim.

“Ketika kita diuji dengan melimpahnya harta terkadang kita lupa dengan anak-anak yatim, padahal banyak faedah yang kita terima ketika menyantuni anak yatim,” tuturnya dengan nada melemah sembari meneteskan air mata. Beberapa ibu pendamping anak yatim juga banyak yang meneteskan air mata.

Di akhir acara, 25 anak yatim mendapatkan uang dan sembako. Mereka sangat senang.

Selamet
Mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
selametmbatu@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved