Citizen Reporter

KKN Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Bangkalan: Olah Rebung jadi Kerupuk Lezat

Kuliah Kerja Nyata 07 mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2018 mengajak masyarakat Desa Arok memanfaatkan rebung menjadi kerupuk lezat.

KKN Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di  Bangkalan: Olah Rebung jadi Kerupuk Lezat
foto: istimewa
Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terlibat proses pengolahan rebung menjadi kerupuk lezat dan bervariasi rasa. 

MENCIPTAKAN inovasi terbaru dari alam untuk dijadikan produk unggulan sudah menjadi cita-cita masyarakat Desa Arok, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Masyarakat Desa Arok belum memanfaatkan sumber daya alamnya berupa rebung untuk diolah menjadi produk unggulan khas.

Kuliah Kerja Nyata 07 mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2018 mengajak masyarakat Desa Arok menciptakan inovasi terbaru dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki yaitu rebung. Rebung dijadikan kerupuk lezat dan memiliki banyak variasi rasa.

Sosialisasi bersama masyarakat dan perangkat Desa Arok berlangsung Senin (7/1/2019) tentang pemanfaatan rebung dilaksanakan mahasiswa KKN 07 UTM pukul 08.00-11.00. Sekitar 50 warga hadir dan antusias karena dalam acara itu tidak hanya dijelaskan keunggulan produk kerupuk rebung, tetapi melainkan mahasiswa juga mempraktikkan cara pembuatan.

“Rebung berkhasiat menurunkan kolesterol dan dapat menurunkan berat badan. Bahan-bahan untuk membuat kerupuk rebung sederhana, hanya rebung, tepung tapioka dan tepung terigu dengan perbandingannya 2:1. Bahan dicampur dan diberi penyedap, kemudian dikukus dan diiris. Setelah itu, dikeringkan seharian kemudian digoreng,” jelas Suhairiyah, mahasiswa asal Probolinggo.

Tidak cukup sampai sosialisasi pemanfaatan rebung saja, mahasiswa KKN 07 UTM juga memberikan pelatihan tentang daur ulang sampah. Sampah dijadikan kerajinan yang bisa dijual atau dipakai sehari-hari.

“Desa Arok memang memiliki rebung yang melimpah, namun biasanya hanya dibuat sayur dengan ditambah sedikit santan. Dengan adanya pelatihan ini semoga saya dan masyarakat Arok dapat menciptakan hal baru,” tutur Muslimah, Ibu Kepala Desa Arok.

Yulida Indah Sriningrum
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
yulidaindahsriningrum@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved