Citizen Reporter

Sumenep Batik Festival 2018 On The Street: Batik Sumenep Naik Kelas

Sumenep Batik Festival 2018 On The Street mengusung tema Batik Nusantara digelar di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Madura.

Sumenep Batik Festival 2018 On The Street: Batik Sumenep Naik Kelas
foto: istimewa
Fashion show Sumenep Batik Festival 2018 On The Street. 

SALAH SATU  aset tradisi kekayaan budaya Indonesia yang paling terkenal ialah batik. Batik adalah budaya warisan leluhur yang sampai saat ini memiliki ruang gerak yang luas.

Batik bukan hanya seni, melainkan juga melayani kebutuhan masyarakat. Dalam kemasan modern, batik menjadi busana yang dapat dikenakan kapan saja dan oleh siapa saja. Itu seperti yang muncul dalam fashion show Sumenep Batik Festival 2018 On The Street.

Mengusung tema Batik Nusantara, fashion show digelar di depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Madura, Minggu (23/12/2018).

Event itu bertambah meriah dengan kehadiran sejumlah desainer, koreografer, dan artis. Desainer kondang seperti Leny Agustin, Athan Siahaan, dan Imam Mustafa membuat fashion show berkelas.

Agung Soedi Poetra menjadikan peserta banyak belajar tentang koreografi. Masyarakat juga antusias menyambut kehadiran Bunga Jelitha Ibrani (Puteri Indonesia 2017) dan Joe Richard (artis).

Festival batik dibuka dengan tari Batik Asako Kontemporer dan tarian Batik Sumekar. Dua tarian itu menambah kesan luhur batik.

Wakil Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, mengapresiasi pagelaran itu. “Acara yang digelar tahunan ini untuk mencari bibit-bibit fashion di Indonesia khususnya Sumenep. Selain itu, juga untuk memperkenalkan batik Sumenep ke tingkat nasional. Ini upaya pemerintah daerah untuk menarik wisatawan hingga mempromosikan batik Sumenep yang menjadi batik berkelas sebagai warisan budaya,” papar Fauzi.

Ia berharap agar semua pihak dapat menjaga batik yang ada di daerah. Kehadiran desainer dan koreografer nasional maupun internasional diharapkan mampu mendorong perajin batik di Sumenep agar semakin inovatif dan kreatif menciptakan motif-motif baru. Itu penting untuk mengembangkan usaha dan dapat meningkatkan perekonomian. Di sisi lain, para pelaku fashion show dapat mengeluarkan bakatnya.

“Peserta lomba fashion show 70 peserta dalam empat kategori,” ungkap Mohammad Jakfar, panitia pelaksana. Para peserta dari Sumenep, Jember, Surabaya, Pasuruan, Kediri, Malang, Blitar, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Yang menjadi juri adalah Bunga Jelitha, Joe Richard, dan Leny Agustin. Bunga mengaku sangat senang dengan antusias masyarakat yang menonton.

“Ini kali pertama saya ada di Sumenep dan memasyarakat di sini sangat luar biasa, karena selain mempromosikan batik juga ada fashion show dan lomba model,” kata Bunga.

Moh Ramadhanur H
Citizen Journalist
mramadhanur@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved