Citizen Reporter

Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kota Malang: Jangan Pernah Malu Memiliki Kelainan

Indonesia Care for Rare Disesases (IC4RD) sebagai pengisi acara dalam perayaan Hari Disabilitas Internasional 2018 membuat sebagian penonton bertanya.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kota Malang: Jangan Pernah Malu Memiliki Kelainan
foto: istimewa
Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Taman Krida Budaya Kota Malang. 

KEHADIRAN Indonesia Care for Rare Disesases (IC4RD) sebagai pengisi acara yang tampil pertama dalam perayaan Hari Disabilitas Internasional 2018 membuat sebagian penonton bertanya-tanya.

Bagaimana tidak, acara yang digelar di Taman Krida Budaya Malang itu diisi para penyandang disabilitas, sementara beberapa anggota pengisi acara dari IC4RD tak tampak sebagai disabilitas.

Misalnya Affan dengan gaya Power Rranger-nya. Ada juga Qianna yang tersenyum ceria saat menampilkan fashion show dalam acara yang digelar Minggu, (9/12/2018).

Affan yang penuh semangat dan lincah di atas panggung itu telah lima kali menjalani operasi. Ia terlahir dengan kelainan bawaan yang disebut Malrotasi Gaster Mexentero-Axial yang dalam bahasa awam disebut lambung terbalik.

Ia selalu muntah hebat di awal kehidupannya. Tidak hanya itu, Affan juga terlahir dengan cleft palato, yaitu langit-langit mulutnya terbelah. Keadaan ini menjadikan Affan mengalami keterlambatan berbicara.

Berikutnya adalah Kitto dengan kelainan jantung bawaan (PJB) berat. Kelainan itu menjadikan ia harus menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta ketika usianya satu tahun.

Operasi itu belum selesai, setahun lagi ia akan melakukan operasi lanjutan dan terus berlanjut setiap lima tahun sekali sepanjang usianya. Kaki kirinya digips untuk meluruskannya.

Ada Rafifa dengan additional chromosome 5q. Di usianya yang ke-7 tahun kini, ia belum bisa bicara dengan jelas. Ia juga masih melangkahkan kaki dengan terbata-bata.

Kegundahan dialami orang tuanya dalam mencari sekolah untuk Rafifa, hingga akhirnya ia menemukan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. 

Yang ikut hadir adalah Rafka, Ia juga PJB berat, sama seperti Kitto. Bedanya, Rafka belum dioperasi.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved