Citizen Reporter

Para Guru Lombok Utara Bangkit lewat Pelatihan, Fokus Penilaian 13 (K-13)

Pelatihan peningkatan kapasitas guru se-Desa Santong Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara berlangsung seru.

PELATIHAN peningkatan kapasitas guru se-Desa Santong berlangsung seru, santai, tetapi juga serius pada Selasa (8/1/2019) di SDN 1 Santong, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan itu diinisiasi Lembaga Nirlaba Dompet Dhuafa yang bekerja sama dengan Guru Relawan Lombok.

Penilaian Kurikulum 13 (K-13) merupakan fokus yang diusung pada pelatihan itu. Itu dipilih

berdasarkan survei terhadap guru-guru se-Desa Santong mengenai pelatihan yang mereka butuhkan.
Awalnya, kuota peserta maksimal 25 orang. Namun, jumlah peserta pada hari H membuat panitia terkejut, yakni 31 orang. Hal itu membuktikan, Lombok betul-betul bangkit dalam segi pendidikan.

Semangat para guru yang mendatangi pelatihan itu menjadi salah satu acuan niat para guru untuk mengembalikan ekosistem pendidikan seperti semula atau lebih baik lagi.

Tidak hanya pesertanya yang mengejutkan, antusias peserta pelatihan juga membuat panitia dari Guru Relawan Lombok lebih bersemaagat dalam menjalankan tugas mendidik. Guru lokalnya saja bersemangat, masa sukarelawan loyo?

Ketika Fahrudin, pemateri dari Dinas Pendidikan dan Olahraga bertanya tentang alasan mereka mengikuti pelatihan, para peserta dengan terbuka mengatakan karena cepatnya perubahan.

Salah satu peserta mengatakan, pelatihan mengenai K-13 memang sudah sering diselenggarakan, namun perubahannya juga sering terjadi. Jadi, para guru juga bingung. Satu belum paham betul, sudah berubah lagi. Makanya mereka sangat bersyukur ketika diadakan pelatihan..

Pelatihan yang diselenggarakan berdasarkan kebutuhan para guru itu merupakan pelatihan lanjutan setelah pelatihan psikologi guru pascagempa se-Kabupaten Lombok Utara pada 29 November 2018.

Oleh karena sudah tahap pemulihan, maka pelatihan lanjutan disepakati agar berdasarkan kebutuhan guru pada saat ini.

Pelaksanaannya dilakukan per desa berdasarkan penempatan Guru Relawan Lombok. Hasilnya, setiap penempatan Guru Relawan Lombok pun berbeda-beda. Contohnya di Desa Gumantar, para guru lebih memilih pelatihan mengenai media pembelajaran dan pengaplikasiannya daripada K-13.

Ada tiga titik desa yang diadakan pelatihan lanjutan di Kecamatan Kayangan, yakni Desa Santong, Gumantar, dan Sesait.

Harapan dari program pelatihan untuk guru ini adalah adanya peningkatan kapasitas guru pascagempa yang membuat sebagian guru masih trauma hingga saat ini.

Semoga program ini memberi manfaat dan betul-betul sesuai kebutuhan guru.

Mavalda Junia Sahanah
Guru Relawan Lombok
juniamavalda14@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved