Citizen Reporter

KKN Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM): Olah Buah Rambutan Desa Karang Pao Jadi Oleh-oleh

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang bertugas di Desa Karang Pao, Arosbaya, Bangkalan, berusaha memberdayakan masyarakat.

KKN Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM): Olah Buah Rambutan Desa Karang Pao Jadi Oleh-oleh
foto: istimewa
Ilustrasi buah rambutan. 

PENGABDIAN menjadi bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang bertugas di Desa Karang Pao, Arosbaya, Bangkalan, berusaha memberdayakan masyarakat.

Itu merupakan rangkain untuk mewujudkan program kerja olah pangan yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat khususnya ibu-ibu untuk berwirausaha.

Umi Purwandari, dosen UTM yang menjadi pemateri sosialisasi mengatakan, sejatinya mengabdi tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh para dosen.

“Saya berterima kasih karena kegiatan seperti ini memberi peluang bagi kami, para dosen perguruan tinggi untuk membagikan ilmu kepada masyarakat,” lanjutnya (3/1/2019).

Desa Karang Pao memilki sumber daya alam rambutan. Rambutan dari Karang Pao melimpah. Banyak rambutan yang dibiarkan membusuk atau jatuh begitu saja.

Menyaksikan situasi itu, mahasiswa yang ber-KKN di Desa Karang Pao memiliki inisiatif untuk menjadikan rambutan sebagai olahan khas yang tahan lama untuk oleh-oleh. Olah pangan rambutan kelak akan menjadi produk unggulan.

“Pemasaran pertama akan dicoba dengan menjual di tempat wisata religi Aermata Ebu. Jika berhasil, kami berharap produksi ini dapat berlanjut dan menjadi produk yang diperhitungkan di Bangkalan,” tutur Beiruddin (21), Koordinator Desa Kelompok KKN 69.

Mengadakan kegiatan yang serupa tidak mudah. Tahun sebelumnya, sosialisasi olah pangan buah sudah dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan. Kendala yang dihadapi kurang lebih sama, yakni sulitnya mengumpulkan ibu-ibu serta tidak adanya umpan balik dari masyarakat.

Jam kerja masyarakat yang rata-rata menjadi petani membuat mereka hanya memiliki waktu kosong pada sore. Meski sudah ada pemberitahuan dan penyebaran undangan sebelum hari pelaksanaan, ibu-ibu yang datang masih mereka yang aktif di PKK.

Kendala itu tentu tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk mencoba melaksanakan program yang telah dicanangkan. Baik ibu-ibu PKK maupun aparat desa mendukung penuh kegiatan itu.

Agus Mulyanto, Kepala Desa Karang Pao yang ditemui Minggu (6/1/2019), menjanjikan bantuan modal untuk pembuatan produk itu secara massal.

Mailawati
Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
maylawati99@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved