Citizen Reporter

Indonesia Mendongeng 6, Strategi Rumah Zakat dan Relawan Nusantara Surabaya agar Pesan Diterima Anak

“Indonesia Mendongeng?” Anak-anak pun menjawab, “Cerdas… tangguh… peduli..!” Jargon acara itu berkali-kali diteriakkan, diikuti dengan gerakan tangan.

Indonesia Mendongeng 6, Strategi Rumah Zakat dan Relawan Nusantara Surabaya agar Pesan Diterima Anak
foto: istimewa
Anak-anak mendengarkan dongeng dalam acara Indonesia Mendongeng 6 yang digelar Rumah Zakat dan Relawan Nusantara Surabaya. 

AGAR dapat memberikan pesan moral dan nilai kepada anak, orang dewasa harus bisa masuk ke dalam dunia yang disenangi anak agar pesan yang disampaikan dapat diterima. Salah satu caranya adalah dengan mendongeng.

Begitu pula strategi yang diusung oleh Rumah Zakat dan Relawan Nusantara Surabaya dengan mengadakan acara Indonesia Mendongeng 6, Selasa (25/12/2018). Acara akbar tahunan itu dilaksanakan serentak di 30 kota di Indonesia, dengan tema “Bersatu Santri TPQ”.

Bertempat di Gedung Telkom Ketintang, acara hari itu sukses menghadirkan sekitar 400 santri dari 20 TPQ di Surabaya.

Pukul 08.00 acara dimulai, diawali dengan tilawah Alquran, sambutan dari Aditya Evan selaku Branch Manager Rumah Zakat, dan dilanjut dengan pembacaan puisi oleh santriwati. Suasana di dalam gedung begitu meriah dan penuh kejutan.

“Indonesia Mendongeng?” Anak-anak pun menjawab, “Cerdas… tangguh… peduli..!” Jargon acara itu berkali-kali diteriakkan, diikuti dengan gerakan tangan.

Acara Indonesia Mendongeng 6 itu sebagai ajang silaturahmi akbar santri TPQ Nusantara. Tujuannya agar para santri untuk menumbuhkan akhlak baik melalui dongeng.

“Selain itu, juga untuk menumbuhkan kepedulian kepada yang membutuhkan,” tutur Denny ketua panitia acara itu.

Acara utama dibawakan oleh Rika yang biasa disapa anak-anak Kak Rita. Dia pendongeng yang berkisah tentang menghadapi bencana, seperti yang sedang dialami Indonesia saat ini.

Di tengah acara, para santri dikejutkan dengan munculnya Superhero Beramal dengan kostum Spiderman, Thor, Bima-X, dan sebagainya. Berkat kehadiran superhero, para santri menjadi semangat berdonasi dan berebutan memasukkan uang ke kotak yang dibawa relawan untuk bencana tsunami di Palu dan Selat Sunda.

Tak berhenti sampai situ, selanjutnya diadakan kegiatan asah kreativitas dengan mewarnai gambar bertema Hadiah untuk Ibu. Hasil karya mewarnai dapat dibawa pulang dan diberikan kepada ibu sebagai hadiah. Semua bahagia. Banyak bingkisan dan doorprize yang diterima para santri.

Yuniarni, wali santri/pendamping dari TPQ Al-Mudzakir Bendul Merisi menyatakan sangat antusias dengan acara ini, “Tahun lalu kami juga ikut. Tahun ini diundang lagi. Anak-anak senang sekali,” katanya.

Ia mendampingi 20 anak TPQ. Menurutnya, acara tahun ini lebih menarik karena pendongeng menggunakan media boneka atau biasa disebut ventriloquist.

“Karena anak-anak sedang liburan, daripada di rumah banyak menonton TV, mereka diajak ke sini agar bisa menambah wawasan,” ujar Yuni.

Zulfia Husnia
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Universitas Airlangga
zulfiahusnia@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved