Berita Banyuwangi

Wakil Konjen Australia Jajaki Kerja Sama Banyuwangi terkait Jalur Evakuasi Bencana

Wakil Konsulat Jenderal (Konjen) Australia untuk Indonesia di Surabaya, Paul Zeccola berkunjung ke Banyuwangi.

Wakil Konjen Australia Jajaki Kerja Sama Banyuwangi terkait Jalur Evakuasi Bencana
surya.co.id/haorrahman
Wakil Konsulat Jenderal (Konjen) Australia untuk Indonesia di Surabaya, Paul Zeccola berkunjung ke Banyuwangi, Kamis (24/1/2019). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Wakil Konsulat Jenderal (Konjen) Australia untuk Indonesia di Surabaya, Paul Zeccola berkunjung ke Banyuwangi, Kamis (24/1/2019). Dalam kunjungannya tersebut, Paul meminta kerjasama Banyuwangi untuk dijadikan lokasi evakuasi bagi Australia yang berada di Bali bila terjadi bencana di Pulau Dewata tersebut.

Dikatakan Paul, Bali adalah satu destinasi favorit bagi warga Australia yang ingin menghabiskan berliburannya. Setidaknya, kata dia, dalam satu tahun ada 1 juta turis asal Auatralia yang mengunjungi Bali.

"Banyak warga Australia yang berlibur kemari. Untuk memastikan perlindungan mereka bila sewaktu-waktu ada bencana seperti erupsi Gunung Agung, maka kami ingin Banyuwangi sebagai lokasi terdekat menjadi tempat evakuasi warga Australia," kata Paul.

Diungkapkan Paul, pemerintah Australia selalu mendorong warganya untuk mengikuti travel advice, sehingga jika mereka melakukan perjalanan ke suatu negara, pemerintahnya meminta mereka selalu waspada, dan tahu harus menghubungi pihak mana saja.

"Untuk itu kami ke Banyuwangi mendiskusikan hal tersebut. Kami ingin melihat fasilitas apa saja yang dimiliki Banyuwangi," ungkapnya.

Selama di Banyuwangi, Paul meninjau sejumlah lokasi dan fasilitas dan bertemu sejunlah stakeholder untuk memastikan jalur-jalur evakuasi dan alurnya sesuai dengan standar pemerintah Australia. Paul meninjau antara lain Bandara Banyuwangi, rumah sakit terdekat, polres Banyuwangi, ASDP Ketapang, Basarnas, Stasiun Banyuwangi Baru, dan tempat penginapan.

"Titik-titik yang kami kunjungi ini sangat berkaitan apabila terjadi bencana. Termasuk hotel yang kami kunjungi, adalah lokasi yang terdekat dengan pelabuhan penyeberangan Ketapang," ujar Paul.

Hasilnya, Paul menilai secara keseluruhan Banyuwangi memiliki kesiapan yang baik dalam penanganan bencana. "Saya lihat well-prepared semuanya. Antara satu pihak dengan pihak lain saling terkoneksi. Saya sangat terkesan," ujar Paul.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Fajar Suasana menjelaskan bahwa Banyuwangi memiliki 11 desa tangguh bencana yang berfungsi mengelola kesiapsiagaan mereka menghadapi bencana.

"Ini menunjukkan bahwa Banyuwangi telah memiliki sarana serta prasarana pendukung untuk kesiapan menghadapi bencana," kata Fajar. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved