Citizen Reporter

OSIS SMA Bina Insan Mandiri Nganjuk Gelar Event Remaja Milenial, Semua tentang Cewenesia

OSIS SMA Bina Insan Mandiri telah menyelenggarakan serangkaian event remaja milenial yang dikemas cukup apik dalam tema sentral Cewenesia.

OSIS SMA Bina Insan Mandiri Nganjuk Gelar Event Remaja Milenial, Semua tentang Cewenesia
foto: istimewa
Suasana event remaja OSIS SMA Bina Insan Mandiri bertema sentral Cewenesia. 

OSIS SMA Bina Insan Mandiri telah menyelenggarakan serangkaian event remaja milenial yang dikemas cukup apik dalam tema sentral Cewenesia. Acara yang berlangsung mulai 17-19 Desember 2018 itu dimotori oleh para cewek santriwati SMA Bina Insan Mandiri Baron, Nganjuk.

Diawali dengan lantunan tembang-tembang religi, aransemen drumband oleh anak-anak milenial MI Muhammadiyah Patianrowo yang membawa kemeriahan tersendiri. Tak cukup dari itu, berbagai lukisan hasil guratan tangan-tangan kreatif pun ikut terpasang rapi. Di sekelilingnya stan-stan bazar juga tak kalah menarik.

Event Cewenesia mengupas seputar cewek dengan talkshow sehat lahir batin. Mereka mendatangkan narasumber dr Siti Nurul Muzayanah mengupas cara remaja harus menjaga kesehatan lahirnya, preventif, maupun kuratif. Siti lebih menunjukkan sisi preventif, pencegahan terutama gizi pada makanan dan pola makan.

Kesehatan lahir tidak bisa dipisahkan dengan kesehatan mental. Itu yang disampaikan narasumber kedua, konselor SMA Bina Insan Mandiri, Mamik Laelatul. Ia mengupas bagaimana sehat psikis dengan pendekatan religi.

Narasumber ketiga adalah Anik, penggiat Pusat Informasi dan Konseling Remaja Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, remaja harus bisa mengembangkan potensi dan kreativitasnya sehingga tidak terjerumus pada hal-hal negatif.

Hari berikutnya, para peserta perempuan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan karena di tengah-tengah mereka, ada sosok cewek keren yang tulisannya telah malang melintang di media sosial.

Namanya Fintakarina. Ia mengingatkan, sebagai remaja rugi jika tak kenal dunia literasi. Remaja milenial harus mampu mendedikasikan dirinya untuk bangsa, negara, dan umat.

Sharing kepenulisan dan literasi yang dipandu moderator Aisya Qurrota 'Ayun semakin membuat talkshow meriah. Peserta sangat antusias, mengomentari keadaan remaja saat ini yang semakin hari semakin semrawut.

Tulisan-tulisan bergaya Korea pun menjadi ajang fiktifisasi para fans berat Korean. Mereka lebih condong menunjukkan bagaimana remaja milineal menulis dengan tulisan yang lebih mendidik, bukan ajang imajinasi yang tidak sesuai fitrah penciptaan manusia.

Kegiatan Cewenesia juga mengundang founder Hijrahtuna, Yul Rahma dari Bogor dan vlogger Fitria D Alfatihah.

Mereka mengupas cara hijrah yang harus dilakukan seseorang. Intinya hijrah, perubahan ke arah yang lebih baik dan harus lurus niatnya, tidak boleh bengkok.

M Efendi
Pengajar SMA Bina Insan Mandiri Baron Nganjuk
ofendi62@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved