Citizen Reporter

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Pameran Seni Rupa, Padukan Batik dan Keramik

Pameran menjadi kegiatan dalam menampilkan karya seni rupa untuk dikomunikasikan supaya dapat diapresiasi masyarakat.

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Pameran Seni Rupa, Padukan Batik dan Keramik
foto: istimewa
Seorang pengunjung berpose di stan pameran seni rupa mahasiswa UM yang memadukan batik dan keramik. 

PAMERAN menjadi kegiatan dalam menampilkan karya seni rupa untuk dikomunikasikan supaya dapat diapresiasi masyarakat. Biasanya pameran diselenggarakan oleh sekelompok orang untuk menuangkan gagasan atau ide mereka kepada khalayak melalui karya yang mereka buat dengan media seni rupa tersebut.

Mahasiswa Seni Rupa angkatan 2015 konsentrasi batik dan keramik mengadakan pameran seni rupa pada 18 Desember-20 Desember 2018 di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang.

Pameran yang digelar selama tiga hari itu mengangkat tema objektifikasi dan subjektifa dengan tujuan untuk memenuhi mata kuliah Manajemen Seni Batik dan Keramik serta memperkenalkan karya-karya mahasiswa.

Hal yang cukup unik pada pameran itu adalah penggabungan konsep batik dan keramik.

Gagasan itu dicetuskan karena pada era industri kreatif ini seni yang lebih cenderung menonjol ialah seni kriya, sehingga melalui pameran ini diharapkan mampu untuk melestarikan seni batik dan keramik.

Pada pameran ini pun karya batik dan keramik yang disuguhkan juga hasil dari ide dan gagasan mahasiswa sendiri bukan dari daerah-daerah tertentu seperti batik Pekalongan, Solo, Yogyakarta, dan daerah-daerah lainnya.

Batik-batik yang dipamerkan memiliki keunikan. Umumya batik itu digunakan sebagai pakaian, tetapi pada pameran kali ini mahasiswa mengkreasikan batik dalam berbagai bentuk seperti dijadikan hiasan dinding, sarung bantal, gorden, dan lainnya.

Hal itu juga berkaitan dengan industri kreatif di era modern yang lebih mengembangkan inovasi dan kreasi pada suatu karya. Motif-motif yang dilukis pada batik juga memiliki kekhasannya sesuai dengan karakter dan ide-ide penciptanya seperti motif bunga, kotak-kotak, dan juga tribal.

“Setiap mahasiswa memiliki fashion dan karakternya sendiri-sendiri yang menonjol dan dituangkan melalui batik tersebut,” ungkap Putri Mandasari, panitia penyelenggaraan pameran.

Tidak hanya batik, keramik yang dipamerkan pun juga memiliki keunikan. Para mahasiswa menciptakan keramik menjadi berbagai macam bentuk yang memiliki makna tersirat.

Karya keramik yang cukup unik ialah bentuk paru-paru yang di dalamnya terdapat tanaman hijau yang bermakna pentingnya tumbuh-tumbuhan untuk organ pernapasan karena tumbuhan menyumbang oksigen yang baik bagi paru-paru.

Karya yang dipamerkan itu juga menjadi media dalam menuangkan emosi yang dirasakan mahasiswa.

Fika Aghnia Rahma
Mahasiswa Sastra Indonesia
Universitas Negeri Malang
fikaaghnia72@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved