Citizen

KKN Universitas Trunojoyo di Bangkalan, Kemas Ulang dan Perluas Jaringan Pemasaran Kerupuk Bohong

Kelompok KKN 48 asal Universitas Trunojoyo Madura di Desa Banyubesseh, Kecamatan Tragah, Bangkalan.

KKN Universitas Trunojoyo di Bangkalan, Kemas Ulang dan Perluas Jaringan Pemasaran Kerupuk Bohong
foto: istimewa
Kelompok KKN 48 Universitas Trunojoyo Madura di Desa Banyubesseh, Kecamatan Tragah, Bangkalan berlangsung pada 26 Desember 2018—25 Januari 2019. 

BANYAK upaya yang dapat dilakukan untuk mendongkrak kenaikan sirkulasi perekonomian di negeri ini. Masuknya dunia perekonomian dalam era ekonomi global mengantarkan para pengusaha pada persaingan yang ketat, baik dengan pengusaha luar atau domestik bahkan antar pengusaha atas, menengah, dan kecil.

Salah satu cara yang dapat dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam lingkup kecil masyarakat adalah dengan ber-KKN.

Itu seperti yang dilaksanakan oleh kelompok KKN 48 asal Universitas Trunojoyo Madura. Berlokasi KKN di Desa Banyubesseh, Kecamatan Tragah, Bangkalan, KKN berlangsung 26 Desember 2018—25 Januari 2019.

Berbekal beberapa program kerja, KKN 48 berusaha mengembangkan potensi desa berupa singkong.

Melimpahnya hasil singkong di Desa Banyubesseh serta banyaknya pengusaha kecil menengah yang memproduksi kerupuk bohong (kerupuk singkong) mendorong kelompok KKN 48 untuk mengembangkan perekonomian desa sekaligus memperkenalkan kerupuk bohong kepada masyarakat luas.

Pemasaran kerupuk bohong yang terbatas serta kemasan yang sederhana membuat kerupuk ini kurang dikenal oleh masyarakat luas.

Program kerja desain produk, perluasan pemasaran, serta rencana akan dibuatkannya mesin pemotong adonan lontongan kerupuk bohong menjadi solusi oleh kelompok KKN 48 bagi masyarakat Desa Banyubesseh, terutama pengusaha kecil menengah kerupuk bohong.

Seperti pada 29 Desember 2018, mahasiswa KKN 48 melakukan survei sekaligus terjun langsung dalam pembuatan kerupuk bohong di rumah sederhana salah satu pengusaha kecil kerupuk bohong. Proses pembuatannya yang terbilang tradisional dan sederhana.

Kerupuk bohong berbahan dasar tepung kanji, singkong, garam, dan sedikit pewarna makanan. Proses pertama yang dilakukan adalah dengan menghancurkan singkong hingga lembut. Kedua, campurkan tepung kanji.

Ketiga, tambahkan garam secukupnya. Keeempat titikkan lalu tarik pewarna makanan pada bagian pinggir adonan kerupuk. Kelima, adonan tipis dibentuk silinder seperti lontong. Keenam, kukus lontong kerupuk 30-45 menit.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved