Citizen Reporter

Kang Yoto dalam Kuliah Umum Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro: Hadapi Era Baru dengan 9 Keterampilan

Pada kuliah umum itu, Suyoto yang lebih akrab disapa Kang Yoto menyampaikan tantangan revolusi industri 4.0.

Kang Yoto dalam Kuliah Umum Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro: Hadapi Era Baru dengan 9 Keterampilan
foto: istimewa
Kang Yoto (empat dari kiri) seusai menjadi pembicara dalam kuliah umum di Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro, Minggu (22/12/2018). 

YAYASAN Kampung Ilmu Bojonegoro mengadakan kegiatan kuliah umum, Minggu (22/12/2018). Acara bertajuk Pendidikan dan Revolusi Industri 4.0 di Sekretariat Yayasan Kampung Ilmu, Purwosari, Bojonegoro.

Mereka mengundang Suyoto, Bupati Bojonegoro periode 2008 – 2013 dan 2013 – 2018 yang kini menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Gresik. Narasumber lain adalah Sri Minarti, dosen Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro.

Pada kuliah umum itu, Suyoto yang lebih akrab disapa Kang Yoto menyampaikan tantangan revolusi industri 4.0.

Kang Yoto menyampaikan sejarah revolusi industri mulai pada saat masa prasejarah yang bergantung kepada alam, masa dimulainya revolusi industri 1.0.hingga saat ini. Adanya revolusi industri menyebabkan kinerja manusia menjadi enam kali lebih cepat.

Disebutkan pula, sejumlah perusahaan raksasa dunia seperti Apple dan Google berhasil memanfaatkan perkembangan teknologi. Kang Yoto juga berbagi pengalaman ketika menjabat sebagai bupati.

Pada saat itu, Kang Yoto memanfaatkan perkembangan alat komunikasi dan media sosial pada saat itu seperti Blackberry, Facebook, SMS untuk menjalankan roda pemerintahan. Apabila terjadi suatu permasalahan, dapat langsung diselesaikan.

“Dalam menghadapi revolusi industri juga harus diikuti dengan peningkatan life skill yang tertuang dalam sembilan aspek keterampilan yakni terampil niat hidup yang lebih baik, terampil berkarya, terampil berkomunikasi, terampil berpikir kritis, terampil bekerja sama, terampil kreatif, terampil kemampuan meraih hidup bahagia, terampil hidup sehat, dan terampil hidup dalam menghadapi kebencanaan,” katanya.

Narasumber kedua, Sri Minarti menyampaikan tentang dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0. Pilar-pilar pendidikan dunia adalah belajar untuk mencari tahu dan belajar untuk mengerjakan.

Kurikulum 2013 bertujuan untuk menghasilkan generasi yang berkarakter, kompeten, literat, dan siap menghadapi tantangan abad 21. Salah satu bentuknya adalah mengurangi penggunaan kertas (paperless) dengan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Guru juga harus siap menjadi tonggak keberhasilan pendidikan di Indonesia.

Ketua Yayasan Kampung Ilmu sekaligus penyelenggara kuliah umum, Muhammad Roqib menyampaikan apresiasi terhadap animo masyarakat yang hadir pada kegiatan itu.

Peserta yang hadir mayoritas berasal dari mahasiswa dan pelajar dari berbagai universitas seperti Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, PENS, Universitas Negeri Surabaya dan lain-lain.

Diharapkan keberadaan yayasan kampung ilmu dapat membantu proses pembelajaran dan pendidikan di wilayah Bojonegoro.

“Jangan serahkan remote control diri sendiri kepada orang lain. Jangan menunggu dibahagiakan untuk bahagia,” pesan Kang Yoto.

Fikri Hadi
Sekretaris Jenderal Persatuan Al-Ihsan
fikrihadi13@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved