Berita Bangkalan

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu Poles SDM Madura

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu Poles SDM Madura. Masyarakat diberi pelatihan di aneka bidang keahlian

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu Poles SDM Madura
Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Faisol
Pelatihan SDM berbasis kompetensi bidang otomotif roda dua yang diberikan BPWS 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Sejumlah kisah sukses menembus pasar internasional dibagikan peserta pelatihan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). 

Seperti yang disampaikan pemilik Batik Sumber Arafat, Darmayanti. Ia telah mengeskpor langsung produknya ke Jepang, Singapore, Kanada dan India. Tentu dengan harga dan kualitas premium.

Hal yang sama dilakukan peserta pelatihan lainnya, Winwin Tresnawulan. Melalui produk Abon Bandeng. Ia telah memasarkan abon uniknya, yakni Abon Bandeng Jennie hingga ke Perancis, Jerman, Belgia, dan Belanda. 

“Kami akan terus berinovasi dan melebarkan sayap. Pelatihan in jelas sangat bermanfaat luar biasa,” ujarnya.

Tak mau ketinggalan. Kopi Cabe Cabu Majestica racikan Fahrizal Emir telah merambah pasar Jepang.

Demikian pula produk Sambal Rujak Manis Oemah Roejak milik Faisal Kangcoy yang telah merambah Korea Selatan dan Hongkong secara rutin.

Kepala Sub Divisi Pemberdayaan Masyarakat BPWS Edy Slamet mengungkapkan, pihaknya menargetkan minimal 80 persen dari total peserta pelatihan di tahun 2018 sudah bisa merambah pasar internasional pada tahun 2019 ini.

"Dengan demikian, Madura akan semakin dikenal luas dan multiplier effect nya menciptakan dinamika ekonomi yang menyejaheratakan masayrakat Madura,” ujar pria yang menggawangi pelatihan ini

Ia menambahkan, pelatihan ini akan terus dilakukan secara berkseinambungan setiap tahun.  Tahun ini, khusus untuk pelatihan dengan INOPAK-GIZ, BPWS akan melatih 120 Sumber Daya Manusia (SDM) Madura. 

"Selain itu akan ditambah pelatihan rumput laut sejumlah 100 orang dan pelatihan khusus untuk PKL (Pedagang Kaki Lima) di KKJSM (Kawasan kaki Jembatan Sisi Madura) sejumlah 50 orang," pungkasnya. 

Latih 1.800 SDM Madura Berbasis Kompetensi

Pelatihan Industri Kecil Menengah (IKM) guna meningkatkan SDM  Madura itu telah berlangsung sejak 2011 dengan jumlah  mencapai 6.000 SDM. Selain itu, BPWS juga melatih SDM dalam keterampilan berbasis kompetensi.

Pelatihan SDM berbasis kompetensi di Materia Medica Batu
Pelatihan SDM berbasis kompetensi di Materia Medica Batu (Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Faisol)

Humas BPWS Faisal Yasir mengungkapkan, khusus pelatihan berbasis kompetensi sudah melibatkan sebanyak 1.837 SDM dari empat kabupaten di Madura.

"Mereka dilatih di sejumlah BLK (Balai Laitahan Kerja) di Singosari, Batu, Pnorogo, Tulungagung, dan Sumenep," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, para peserta dibiayai penuh oleh BPWS dan mendapat uang saku. Mereka juga mendapat sertifikat keahlian ganda. Yakni sertifikat strata nasional dan internasional yang sangat memiliki nilai tawar di dunia kerja.

"Bahkan, satu angkatan dalam pelatihan outomotif langsung  direkrut Astra Internasional Tbk.  Karena kualifikasi keahliannya memang mumpuni," jelasnya.

Adapun pelatihan berbasis kompetensi tersebut meliputi las listrik, otomotif kendaraan roda dua, mesin diesel, farmasi dan herbal (tanaman obat), asap cair, kelistrikan, mesin bubut, olahan rumput laut, batik tulis, teknisi komputer dan IT, menjahit, teknisi handphone, kerajinan logam,  kerajinan limbah. 

"Potensi Madura ini luar biasa besar. Ini tentu peluang bagi masyarakat Madura untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan perekonomian. BPWS memfasilitasi dan menstimulasi ke arah itu,” pungkasnya. 

BPWS Gandeng Jerman Latih IKM Madura 

Dilatih gratis dan dibiayai hingga menembus Pasar Internasional Australia, Singapura, Malaysia, Eropa, Jepang dan Korea adalah pangsa pasar besar bagi produk IKM Indonesia. Tak terkecuali bagi IKM Madura. 

Produk hasil pelatihan BPWS-Pemkab-Inopak dan GIZ siap dipasarkan di level retail besar
Produk hasil pelatihan BPWS-Pemkab-Inopak dan GIZ siap dipasarkan di level retail besar (Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Faisol)

Menyadari hal itu, BPWS bekerjasama dengan pemkab di Madura dalam menggandeng GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH) Jerman dan INOPAK Institue untuk melatih dan mendorong IKM Madura menembus pasar internasional 

Dalam hal ini, BPWS dan INOPAK-GIZ sangat serius dalam memberikan pelatihan. Ini terlihat dari pola yang akan dilakukan secara berkesinambungan. 

Pada 2018, 180 IKM dilatih secara intensif BPWS-INOPAK dan GIZ.
GIZ merupakan perusahaan milik pemerintah federal Jerman yang berada di 130 negara dan merupakan perusahaan nir laba. 

Ketua Inopak Institute Alfin Mufreni mengatakan, dalam pelatihan para peserta secara intensif akan dilatih bagaimana cara memoles produk yang mampu bersaing hingga menembus pasar internasional.

“Produk ekspor itu harus sempurna dan menarik. Tidak boleh asal asalan dan terlihat murahan. Harus perfect,” kata jebolan Giessen – Rauischholzhausen Jerman ini.

Ia menambahkan, salah satu nilai lebih dari pelatihan kali ini adalah mendorong para peserta semaksimalkan mungkin untuk mengenal teknik disain, teknik selling dan lain sebagainya agar produknya layak masuk level produk internasional. 

Sementara itu, expert dari INOPAK Institute, Newin Hasan menambahkan, setelah dilatih seluruh peserta sudah pasti memiliki kualifikasi yang layak dan akan didorong serta dibantu secara maksimal agar produknya bisa masuk pasar internasional.

“Yang sudah kita lakukan di sejumlah daerah, banyak yang kita latih, produknya sudah tembus ke Eropa, Asia dan Timur Tengah. Ini yang kita fasilitasi,” terangnya.

Di hadapan peserta pelatihan, Newin mengatakan, BPWS, INOPAK dan GIZ memberikan ilmu peluang dan bantuan lainnya untuk menumbuh kembangkan IKM di Madura demi kemajuan Indonesia.

Untuk itu, lanjut Newin Hasan, pihaknya meminta agar seluruh peserta benar-benar serius mengikuti setiap tahapan pelatihan.

“Kami siap membimbing, Namun kami tidak punya satu hal yang sangat vital. Apa itu? Kemauan kalian. Sebab kemauan itu datang dari saudara sekalian," ujar Pakar Ahli Aerotika ini.

Untuk itu, ia berharap pemkab di seluruh Madura bersama BPWS bertekad kuat agar IKM Madura mampu berbicara di level internasional. (adv)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved