Berita Tulungagung

57 Tabloid Indonesia Barokah Dikirim ke Tulungagung

Kantor Pos Tulungagung menerima Tabloid Indonesia Barokah yang ditujukan untuk masjid dan ponpon pesantren. Puluhan tabloid itu sementara ditahan.

57 Tabloid Indonesia Barokah Dikirim ke Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Ketua Bawaslu Tulungagung, Fayakun (kanan) dan Kepala Kantor Pos Tulungagung, Ardiansyah Saputra menunjukkan amlop berisi Tabloid Indonesia Barokah. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kantor Pos Tulungagung menerima Tabloid Indonesia Barokah yang ditujukan untuk masjid dan ponpon pesantren. Tabloid yang diduga berisi materi kampanye hitam ini ditahan dan belum dikirim ke alamat tujuan.

Menurut Kepala Kantor Pos Tulungagung, Ardiansyah Saputra, ada dua pengiriman tabloid ini. Untuk wilayah Trenggalek dikirim pada Jumat (18/1/2019). Sedangkan untuk wilayah Tulungagung dikirim pada Senin (21/1/2019).

“Kami kan membawahi dua kabupaten, Tulungagung dan Trenggalek. Total ada 32 kecamatan, tabloid ini sudah menyebar di semua kecamatan,” terang Ardiansyah, Jumat (25/1/2019).

Namun mayoritas tabloid itu belum dikirim ke alamat penerima. Ardiansyah memerintahkan untuk menahan di kantor pos masing-masing kecamatan. Apalagi kiriman lewat jalur bukan prioritas.

Nantinya tabloid ini akan ditarik ke Kantor Pos Tulungagung untuk kembali didata. Selanjutnya Kantor Pos Tulungagung akan menunggu instruksi selanjutnya.

“Kami akan data, berapa yang sudah terlanjur disalurkan dan berapa yang belum dikirim. Kami belum bisa mengembalikan ke pengirim, menunggu instruksi selanjutnya,” ujar Ardiansyah.

Pondok Pesantren di Madiun dapat Kiriman Paket Berisi Tabloid Indonesia Barokah, Kini Disita Polisi

Tabloid Indonesia Barokah Beredar di Kota Mojokerto, Ponpes Al-Quran akan Lapor Bawaslu

Romansa dan Cinta Segitiga di Balik Tewasnya Pasangan Selingkuh di Kamar Hotel di Pamekasan

Dari data pengiriman, tabloid ini dikirim untuk Jawa Timur sebanyak 45.000 eksemplar. Rinciannya, 40.000 untuk masjid dan 5.000 untuk pondok pesantren.

Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tulungagung, Fayakun, pengiriman tabloid ini menjadi perhatian jajaran Bawaslu di semua kota dan kabupaten di Jawa Timur. Sebab sebelumnya ada laporan dari tim kampanye salah satu calon presiden, terkait tabloid yang berisi kampanye hitam ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan polisi dan Kantor Pos Tulungagung. Kami minta supaya tabloid ini ditahan dulu, jangan dikirim,” terang Fayakun.

Tabloid ini diketahui dikirim dari Jakarta. Fayakun mengatakan, pihaknya tidak menyita tabloid ini, namun melakukan upaya pencegahan kampanye hitam. Selanjutnya Bawaslu Tulungagung masih menunggu instruksi dari Bawaslu RI.

Dari 57 eksemplar tabloid Indonesia Barokah, ada yang ditujukan ke sejumlah masjid di wilayah kota. Antara lain masjid Al Hikmah Kedungwaru, Baitussalam di desa Bulusari, masjid Sabilillah di Desa Tapan, lalu masjid At Taqwa desa Tapan.

“Kami juga tidak berani membuka amplop yang berisi tabloid itu, karena kami bukan pihak penerima. Penanganan selanjutnya masih menunggu instruksi Bawaslu RI,” ujar Fayakun.

Bawaslu RI bersama Dewan Pers serta Kepolisian kini tengah mendalami materi Tabloid Indonesia barokah. Apakah masuk dalam sengketa pers, atau masuk ke ranah pidana. Sebab materi yang dimuat menyudutkan salah satu pasangan calon presiden. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved