Citizen Reporter

Imapres UM Gelar Imapres Talk, Mengulas Perjalanan Peraih Emas-Perak Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional

Bertempat di Kafe Pustaka UM, Imapres Talks kedua ini menghadirkan sosok inspiratif yaitu Teguh Dewangga.

Imapres UM Gelar Imapres Talk, Mengulas Perjalanan Peraih Emas-Perak Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional
foto: istimewa
Imapres Talks di Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan sosok inspiratif yaitu Teguh Dewangga peraih medali emas dan perak Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional dan penulis buku Rakai Langit. 

ADA yang mengatakan, ketika dilahirkan, kedua tangan bayi menggenggam, seperti menggenggam sesuatu. Kata orang, yang digenggam itu adalah cita-cita dan cinta. Jika yang ada dalam genggaman itu hilang, tentu harus dicari lagi.

Sebagai wujud kontribusi nyatanya kepada mahasiswa, Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan kegiatan yang diberi nama Imapres Talk.

Itu untuk menginspirasi mahasiswa UM melalui perjalanan hidup sosok inspiratif dari UM, Sabtu (12/12/2018).

Bertempat di Kafe Pustaka UM, Imapres Talks kedua ini menghadirkan sosok inspiratif yaitu Teguh Dewangga. Teguh adalah peraih medali emas dan perak Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional dan penulis buku Rakai Langit.

Tepat pukul 18.00 talkshow inspiratif yang dihadiri mahasiswa UM dari berbagai fakultas itu dimulai.

Diawali dengan penyampaian gambaran singkat tentang program Imapres Talk oleh Indra Febrianto (Mahasiswa Berprestasi UM) selaku moderator pada talkshow.

Imapres Talk kali ini bertemakan Am I Special? Finding The Other Side of Who You Are yang akan mengulas perjalanan hidup sang inspirator mulai dari salah jurusan hingga mendapat medali emas dari karyanya yang luar biasa.

Di awal sesi sharing, Teguh Dewangga menyampaikan pengalamannya di waktu SMA hingga salah masuk jurusan di bangku perkuliahan. Berhasil masuk di Fakultas Teknik UM ternyata bukan hal yang sesuai dengan jiwa Teguh Dewangga. Jiwa sastra terlihat sangat kental melekat.

Teguh berhasil membuktikan, setiap orang memiliki sisi berbeda dalam diri mereka. Itu tidak harus sesuai dengan jurusan mereka di bangku perkuliahan, tetapi sesuai dengan passion yang mungkin terpendam dalam diri.

Pemaparan kisah yang sangat luar biasa itu mendapat respons positif dari peserta. Deni Bagas salah satu peserta dalam Impares Talk mengajukan pertanyaan tentang bagaimana mengetahui passion dalam diri sendiri? Itu disusul beberapa pertanyaan peserta lain yang berkaitan dengan sisi berbeda dalam diri sendiri.

“Setiap orang punya sisi keren. Kamu tidak bisa keren seperti saya, dan saya tidak bisa keren seperti kamu,” ungkap Teguh.

Jawaban Teguh menyadarkan semua peserta, setiap orang itu spesial, tidak perlu menjadi keren seperti orang lain, karena setiap orang punya sisi keren masing-masing. Begitu juga dengan pencapaian hidup.

Orang tidak harus memiliki pencapaian yang berkala nasional maupun internasional, tetapi cukup pencapaian yang bisa memberikan manfaat bagi orang sekitar.

Imapres Talk diakhiri dengan penyampaian Dare to Challage. Itu yang menjadi pembeda dari talkshow lainnya.

Indra Febrianto
Mahasiswa Pendidikan Ekonomi
Universitas Negeri Malang
Mawapres Universitas Negeri Malang 2018
indrafebrianto31@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved