Berita Madiun

Selama 2018, PLN UP3 Madiun Temukan 4000 Kasus Kelainan Pemasangan Listrik

Sebagian kasus pencurian di wilayah karesidenan Madiun, disebabkan karena ketikdaktahuan masyarakat.

Selama 2018, PLN UP3 Madiun Temukan 4000 Kasus Kelainan Pemasangan Listrik
surya/hayu yudha prabowo
Ilustrasi petugas dari perusahaan listrik negara (PLN) melakukan perbaikan trafo pada tiang listrik. 

SURYA.co.id | MADIUN - Selama 2018, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Madiun mencatat, ada sekitar 4000 kasus kelainan pemasangan instalasi listrik.

Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya, dikategorikan sebagai tindak pencurian listrik.

Hal itu disampaikan Manager Bagian Transaksi Energi PLN UP3 Madiun, Muhammad Kodri, saat ditemui, Rabu (23/1/2019).

"Tingkat pencurian, tidak terlalu besar. Tahun 2018, ada sekitar 4000 kasus kelainan, 30 persen dikategorikan pelanggaran (pencurian)," kata Kodri.

Kelainan bisa disebabkan beberapa faktor, misalnya karena meteran rusak atau meteran macet.

Namun, ada juga kelainan yang disengaja untuk mengurangi beban tagihan dan dikategorikan sebagai pencurian.

Setiap hari, petugas dari Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN UP3 Madiun melakukan penertiban.

Untuk diketahui, PLN UP3 Madiun meliputi wilayah Kota Madiun, Magetan, Ngawi, Maospati, Caruban, Dolopo dan Mantingan.

"Setiap hari, kami ada 11 regu dari P2TL yang melakukan penertiban," katanya.

Berkat adanya penertiban, P2TL yang setiap hari melakukan penertiban, PLN bisa menyelamatkan uang sebesar Rp 5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved