Citizen Reporter

Ruang Menyepi di Kaliurang, Perpustakaan Penerjemah Tetralogi Buru, Novel Karya Pramoedya A Toer

Nama Pramoedya A Toer (1925-2006) tentu tidak asing bagi penikmat sastra dan sejarah serta aktivis reformasi.

Ruang Menyepi di Kaliurang, Perpustakaan Penerjemah Tetralogi Buru, Novel Karya Pramoedya A Toer
foto: istimewa
Open Page Reading Room and Creative Projects, perpustakaan Max Lane, seorang Development Assistance Officer Kedutaan Australia di Jakarta pada 198-0an yang menerjemahkan tetralogi ke dalam bahasa Inggris. 

NAMA Pramoedya A Toer (1925-2006) tentu tidak asing bagi penikmat sastra dan sejarah serta aktivis reformasi. Seorang penulis yang pernah ditahan selama 10 tahun di Pulau Buru itu menulis empat novel antara lain Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Keempat buku ini dinamakan Tetralogi Buru. Sayangnya, novel-novel yang diterbitkan Hasta Mistra ini dilarang beredar pada masa Orde Baru.

Adalah Max Lane, seorang Development Assistance Officer Kedutaan Australia di Jakarta pada 198-0an yang menerjemahkan tetralogi itu ke dalam bahasa Inggris.

Di Yogyakarta, ia memiliki ruang baca spesial sekaligus kediamannya. Tempat itu bernama Open Page Reading Room and Creative Projects.

Tempat menyepi untuk membaca buku itu berada di Kaliurang, sisi utara Yogyakarta.

Hamparan sawah dan pohon-pohon kelapa menyambut sebelum sampai di lokasi. Setelah disajikan pemandangan indah, barulah terletak perpustakaan spesial yang ada di sebelah kanan jalan. Minimalis, namun elegan.

Demikian penggambaran perpustakaan itu. Koleksi buku-buku berjejer di antara rak-rak yang diatur mengelilingi tembok sehingga terlihat luas. Buku-buku itu memiliki tema besar pergerakan baik di Indonesia maupun dunia, utamanya gerakan sosialis.

Pada rak sisi kiri, terdapat buku-buku yang masih dalam proses pendataan. Sementara di rak sisi kanan beragam buku pergerakan dapat ditemukan.

Tak ketinggalan, terdapat foto-foto Max Lane bersama Pramoedya Ananta Toer. Koleksinya pada umumnya mengenai pergerakan sosialis di dunia dan berbahasa Inggris.

Ruang baca Open Page jarang dikunjungi. Hanya mahasiswa dan akademisi tertentu yang membaca dan berdiskusi di perpustakaan spesial itu.

Hal ini terkait akan pola pemikiran peninggalan rezim Orde Baru.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved