Berita Tulungagung

Kasus DBD Jadi 5 Besar di Jatim, Ini yang akan Dilakukan Dinkes Tulungagung

Dinkes Tulungagung mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga 23 Januari 2019 tercatat ada 223 pasien, 3 pasien meninggal

Kasus DBD Jadi 5 Besar di Jatim, Ini yang akan Dilakukan Dinkes Tulungagung
surya/david yohanes
Petugas fogging menyemprotkan asap di lobby SMPN 1 Tulungagung setelah 10 siswa terserang DBD 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Tulungagung hingga 23 Januari 2019 tercatat ada 223 pasien. Dari angka tersebut, tiga pasien di antaranya meninggal dunia.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Didik Eka, mengatakan peningkatan kasus DBD ini berlaku di seluruh Jawa Timur. Tulungagung masuk dalam lima besar kasus DBD di Jawa Timur.

Bahkan sudah ada public warning dari Kementerian Kesehatan, terkait peningkatan DBD secara nasional.

“Perlu ada kewaspadaan bersama. Semoga angkanya berhenti, tidak ada ledakan lagi,” ujar Didik, Rabu (23/1/2019).

Plt Bupati Tulungagung juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk kewaspadaan kepada seluruh OPD.

Surat tersebut meminta seluruh ASN untuk berperan aktif membantu masyarakat, untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), minimal di lingkungan kerjanya.

Nantinya setiap camat dan kepala desa akan aktif untuk menggerakkan warga melakukan PSN serentak.

Meski angka DBD tergolong tinggi, status Kabupaten Tulungagung belum Keadaan Luar Biasa (KLB).

Didik beralasan, salah satu penetapan KLB juga angkanya dua kali lipar pada periode yang sama.

“Jadi KLB jika angkanya 382 kali 2, sekitar 764 kasus DBD dalam satu bulan,” lanjut Didik.

Meski angka DBD tinggi, namun angka kematian tergolong kecil. Hal ini karena tingginya kesadaran warga untuk kelas mencari pengobatan di fasilitas kesehatan (Faskes).

Selain itu setiap Faskes juga telah bersiaga untuk mengantisipasi ledakan kasus DBD.

Setiap Faskes bisa menangani kasus DBD dengan cepat dan tepat, hingga menekan angka kematian.

“Untuk memutus mata rantai penularan dan mengurangi populasi nyamuk dewasa, kami sudah melakukan pengasapan di 37 titik,” ungkap Didik.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved