Citizen Reporter

Dosen Universitas Negeri Malang Pameran dan Workshop Pembuatan Keramik ala Indonesia di Arab Saudi

Dosen Seni dan Desain Universitas Negeri Malang (UM), Ponimin, sudah tak asing lagi di kalangan seniman Kota Malang.

Dosen Universitas Negeri Malang Pameran dan Workshop Pembuatan Keramik ala Indonesia di Arab Saudi
foto: istimewa
Ponimin menjadi salah satu perupa keramik dalam pameran dan workshop pembuatan keramik ala Indonesia pada festival tahunan Al-Janadriyah di Arab Saudi yang dibuka Raja Salman, Kamis (20/12/2019). 

DOSEN  Seni dan Desain Universitas Negeri Malang (UM), Ponimin, sudah tak asing lagi di kalangan seniman Kota Malang. Karya keramiknya yang berciri khas figuratif sudah dikenal hingga luar negeri.

Ia menjadi salah satu perupa keramik dalam pameran dan workshop pembuatan keramik ala Indonesia pada festival tahunan Al-Janadriyah di Arab Saudi yang dibuka Raja Salman, Kamis (20/12/2019).

Festival Al-Janadriyah merupakan festival budaya tradisional Arab yang diadakan pemerintah Arab Saudi untuk mendorong masyarakat di sana dalam memahami budaya Arab sebagai akar budaya mereka.

Selain itu, mereka memperkenalkan pada masyarakat dunia tentang eksistensi budaya Arab seperti seni pertunjukan tradisional, seni kriya, dan seni etnik lainnya serta replika arsitektur.

Ponimin menuturkan, mereka mengundang berbagai negara yang umumnya memiliki pengaruh budaya Islam, seperti Indonesia, Malaysia, Turki, India, Pakistan, Maroko, dan lain-lain.

Di kawasan Persia produk budaya yang disajikan tidak hanya dipertunjukan dalam bentuk pameran tetapi juga peragaan budaya.

“Pelaksanaan pameran dan gelar pertunjukan dimulai 20 Desember 2018 sampai 9 Januari 2019, pukul 16 00 hingga 23.00,” jelasnya

Tidak hanya seni keramik yang ditampilkan Ponimin, tetapi juga karya kriya tekstil batik Yogyakarta, kaligrafi kayu Jepara, kaligrafi kulit, dan tenun Lampung.

“Saya dipilih sebagai perupa keramik dari akademik UM karena teknik berkarya keramik saya berbentuk karya khas nusantara, meskipun dalam tampilannya lebih kontemporer. Selain itu, teknik berkarya saya dapat menarik ketika sebagai tontonan pengunjung,” tuturnya.

Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam festival itu karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Budaya Islam di Indonesia memperkaya budaya Islam dunia.

“Religius dan budaya dalam Islam merupakan satu rangkaian yang tak dapat dipisahkan. Itu saling mengisi dan saling menguatkan eksistensinya. Di era keterbukaan dan ekonomi, budaya Islam telah menempatkan perannya dalam mengambil peran itu. Al-Janadriyah 2018 Riyadh dapat sebagai ajang ekonomi wisata budaya di Saudi Arabia.” pungkasnya.

Riska Febrianti
Mahasiswa Administrasi Pendidikan
Fakultas Pendidikan
Universitas Negeri Malang
riskafebrianti122@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved