Berita Mojokerto

Awas, Sebanyak 23 Desa di 8 Kecamatan di Mojokerto Berstatus Tanggap Darurat Bencana

Awas, Sebanyak 23 Desa di 8 Kecamatan di Mojokerto Berstatus Tanggap Darurat Bencana

Awas, Sebanyak 23 Desa di 8 Kecamatan di Mojokerto Berstatus Tanggap Darurat Bencana
SURYA.co.id/Danendra Kusumawardana
Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Watusari, Desa Watonmas Jedong, Ngoro Kabupaten Mojokerto 

SURYA.co.id - SURABAYA - Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto beberapa hariterakhir ini memicu terjadinya banjir dan tanah longsor. Bencana banjir dan tanah longsor menerjang sebanyak 8 kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi menetapkan status tanggap darurat bencana untuk 8 kecamatan itu. Penetapan itu, sesuai dari hasil rapat yang dilakukan pihaknya dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto pada Senin (21/1/2019).

"Sebanyak delapan kecamatan yang terdampak di setatuskan tanggap darurat bencana pasca banjir bandang dan longsor. Hal ini sesuai dengan usulan BPBD kepada Wakil Bupati dalam penetapan status tanggap darurat bencana Nomor 360/172/416-2015 2019," kata Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini, Selasa (22/1).

Zaini menyebutkan, secara rinci 8 kecamatan itu yakni kecamatan Ngoro, yang meliputi Desa Watonmas Jedong, Desa Jasem, Desa Purwojati dan Kecamatan Pungging meliputi Desa Tunggal Pager. Lalu Kecamatan Trawas yang meliputi Desa seloliman, dan Kecamatan Pacet meliputi Desa Pandan Arum, Desa Warugunung, Desa Wiyu, dan Desa Kuripansari.

Selanjutnya, Kecamatan Kutorejo meliputi Desa Kertosari, Desa Jiyu, Desa Gedangan, dan Kecamatan Mojoanyar meliputi Desa Sadar Tengah, Desa Ngarjo, Desa Jumeneng. Kemudian, Kecamatan Gondang meliputi Desa Wonoploso, Desa Kalikatir, Desa Centong, Desa Padi, Desa Kebontunggul, dan Desa Gondang, serta Kecamatan Bangsal meliputi Desa Bangsal dan Desa Tinggar Buntut.

"Masa status tanggap darurat bencana untuk 8 kecamatan itu dari tanggal 18 Jamuari 2019 sampai 1 Februari 2019," sebutnya.

Dirinya melanjutkan, BPBD, beberapa instansi, polisi, TNI, dan relawan, telah berupaya melakukanpembersihan dan membuka akses jalan pasca bencana. Selain itu, pihaknya juga memperbaiki tanggul yang jebol akibat terjangan banjir.

"kami juga menyalurkan berbagai bantuan kepada para korban di antaranya pakaian, sembako, paket sekolah, dan paket kesehatan," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved