Berita Bangkalan Madura

4 Karyawan Toko di Bangkalan Berkomplot Curi Uang Juragan, Seorang Pelaku Mengaku untuk Modal Nikah

Empat remaja karyawan Toko Natural di Jalan Panglima Sudirman dibekuk Opsnal Pidana Umum Satreskrim Polres Bangkalan, Rabu (23/1/2019).

4 Karyawan Toko di Bangkalan Berkomplot Curi Uang Juragan, Seorang Pelaku Mengaku untuk Modal Nikah
surya/ahmad faisol
Penyidik Satreskrim Polres Bangkalan memeriksa empat karyawan pelaku pencurian uang milik juragan tempat mereka bekerja, Toko Natural di Jalan Panglima Sudirman, Rabu (23/1/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Empat remaja karyawan Toko Natural di Jalan Panglima Sudirman dibekuk Opsnal Pidana Umum Satreskrim Polres Bangkalan, Rabu (23/1/2019). Mereka berkomplot mencuri uang juragan hingga mencapai Rp 30 juta.

Keempat karyawan itu yakni Muhamad Hazim (21), warga Jalan KH Ach Marzuki Kelurahan Pangeranan, Ali Wefa (19), warga Jalan Pemuda Kaffa Kelurahan Tunjung, Roi Hanafi (21), warga Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Mlajah, dan Moh Ilham (19), warga Tanggumung Kecamatan Semampir, Surabaya.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP WM Santoso mengungkapkan, aksi keempat karyawan itu berlangsung sejak Desember 2018 hingga awal Januari 2019.

"Pada Desember itu, mereka baru bekerja sekitar satu minggu. Pencurian uang milik juragan dilakukan secara berulang hingga 4 Januari 2019," ungkap MW Santoso.

Dalam aksinya, Muhammad Hazim berperan sebagai eksekutor bersama Ali Wefa. Hazim juga berperan menggandakan pintu belakang toko. Sedangkan Ilham dan Roi Hanafi berperan mengawasi.

"Uang diambil dari dalam tas juragan yang tersimpan di dalam toko. Mereka mengaku uang dihabiskan untuk membeli barang-barang berharga," pungkasnya.

Pengakuan Ilham membuat para penyidik Satreskrim Polres Bangkalan terbelalak. Ia mengaku uang hasil kejahatan itu digunakan untuk modal menikah.

"Saat ditangkap, ia (Ilham) baru seminggu menikah. Uang dihabiskan untuk keperluan biaya pernikahan," ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeny kepada Surya.

Ilham menjadi tersangka terakhir yang ditangkap Opsnal Pidum. Ia dibekuk ketika berada di kawasan Bundaran Ampel, Surabaya.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Hazim di sebuah kafe di belakang Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan. Disusul penangkapan terhadap Roi Hanafi dan Ali Wefa.

Jeny memaparkan, aksi mereka terungkap setelah juragan toko menemukan pintu toko bagian belakang terbuka dengan kunci dalam posisi menggantung pada Jumat (4/1/2019).

"Padahal kunci pintu itu ada di pemilik toko. Lantas pihak toko membuka rekaman CCTV dan jelas mereka pelakunya," paparnya.

Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 5,8 juta, ponsel merek Oppo F9 warna hitam, Honda Beat warna putih-biru nopol M 5795 J, Honda Scoopy warna putih-biru nopol M 6856 GC, tas warna hitam, kunci duplikat toko, dan rekaman CCTV.

"Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan dengan ancaman lima tahun penjara," pungkasnya. 

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved