Berita Probolinggo

Realisasi Capaian PAD 2018 Tak Sesuai Target, Pemkab Probolinggo akan Efektifkan Pungutan Pajak

Realisasi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo meleset sedikit dari target yang sudah ditentukan

Realisasi Capaian PAD 2018 Tak Sesuai Target, Pemkab Probolinggo akan Efektifkan Pungutan Pajak
surya/galih lintartika
Rapat pembahasan realisasi pencapaian PAD 2018 Kabupaten Probolinggo 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Realisasi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo hingga akhir Desember 2018 mencapai Rp 220.977.635.214 atau 93,7 persen dari target. Capaian ini meleset dari target yang sudah ditentukan, yakni Rp 235.850.247.851.

PAD ini terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Kepala Bidang Pendapatan Susilo Isnadi mengatakan, kendala tidak tercapainya target PAD ini dipengaruhi oleh kurang maksinalnya perolehan untuk sektor retribusi daerah.

Menurut Susilo, tidak tercapai target retribusi daerah ini disebabkan pendapatan restribusi pelayanan pasar karena ada eksodus pedagangan hewan di Pasar Leces ke Pasar Hewan Wonoasih yang masuk wilayah Kota Probolinggo, tingkat kunjungan ke pasar menurun dan populasi pedagang menurun.

"Selain itu pendapatan restribusi kemetrologian tidak tercapai karena kurangnya tenaga teknis dan sarana peralatan belum lengkap serta menurunnya pendapat BLUD rumah sakit karena klaim BPJS dan dana kapitasi terbayar di tahun 2019. Di samping itu penurunan dana pengembalian dan bunga KMK UKM dikarenakan penagihan terhadap KMK belum efektif," paparnya.

Demi memaksimalkan perolehan PAD 2019 mendatang, lanjut Susilo, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menghitung secara riil potensi pendapatan daerah baik dari pajak daerah, retribusi daerah maupun lain-lain PAD yang sah.

"Yang paling penting lagi melakukan pemungutan pajak dan retribusi daerah yang lebih efektif. Harapan ke depan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan kewajibannya dalam membayar pajak dan retribusi daerah," ujarnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved