Pengembang Properti Optimis Pasar Rumah Menengah Bergairah di Pertengahan 2019

Di tahun 2019 ini, pengembang perumahan kelas menengah masih melihat potensi pasar yang besar, khususnya setelah Pemilu Presiden 2019

Pengembang Properti Optimis Pasar Rumah Menengah Bergairah di Pertengahan 2019
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Direktur PT Jade Development, Prani Iriwati (kiri) bersama Komisaris, Reinaldo Ardian meninjau loasi Perumahan Jade Hamletdi kawasan Menganti Gresik, Selasa (22/1/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tahun 2019 ini, pengembang perumahan kelas menengah masih melihat potensi pasar yang besar. Namun perhelatan pesta demokrasi di April 2019 membuat konsumen masih wait and see.

"Kami memprediksi semester I tahun 2019 ini masih akan landai karena memang pasar rumah menengah ikut wait and see Pemilu. Semester II, pastinya akan bergairah lagi, karena kami optimis Pemilu akan berjalan lancar tanpa ada hal yang menghambat," kata Reinaldo Ardian, Komisaris PT Jade Development, di sela kunjungan di provinsi perumahan Jade Hamlet di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Selasa (22/1/2019).

Pasar rumah tapak menengah dengan kisaran harga mulai Rp 400an juta hingga Rp 800an juta, memiliki pasar yang cukup besar sebagai end user atau pengguna. Tapi tidak menutup kemungkinan ada juga investor.

"End user yang kemudian jadi investor juga ada. Apalagi di produk kami di Hulaan ini, sejak kami luncurkan tahun 2017 lalu, sudah ada kenaikan harga sekitar 25 persen," tambah Prany Riniwati, Direktur PT Jade Development.

Hal itu dibuktikan dari cluster Ivory I, berupa rumah menengah ukuran mulai 13 x 6 meter yang dibangun dengan tiga kamar tidur, tahun 2017 lalu dijual dengan harga mulai Rp 250an juta per unit. Saat ini, secondary rumah di cluster tersebut sudah naik di kisaran Rp 400an juta per unit.

"Dan saat ini dari 200 unit, sudah 60 persen ditempati. Melihat antusiasme itu, kami sudah kembangkan Ivory II, dengan jumlah unit 400, saat ini sudah 75 persen yang laku. Di harga mulai Rp 400 jutaan," jelas Prani.

Dengan melihat kondisi pasar yang ada, pengembang yang sebelumnya konsisten membangun rumah tapak dengan tiga kamar tidur ini, memberi pilihan untuk dua tempat tidur.

Menurut Prani langkah itu dilakukan untuk mensiasati pilihan pasar, yang memiliki keinginan mengembangkan sendiri lahan yang tersisa.

"Di cluster Ivory II ini ada empat type ukuran bangunan dan lahan, yang ada dua pilihan mau yang three bed room atau two bed room, dengan ukuran lahan yang sama," lanjut Prani.

Yaitu type Camilia dengan ukuran 6 x 13 meter, type Chrysanthia ukuran 6 x 14 meter, type Gladiola 6,5 x 15 meter, dan type Ascacia 7,5 x 15 meter.

Di kawasan Desa Hulaan, Menganti ini, Jade memiliki lahan seluas 20 hektar. Saat ini baru dikembangkan 6,5 hektar. Kedepan, Pihaknya akan mengembangkan lebih banyak rumah tapak di kawasan itu, sekaligus area komersial dan sarana rekreasi keluarga. Bahkan lahan untuk pemakaman bagi khusus warga perumahan juga disiapkan di sebelah makan desa.

"Kami sudah kerjasama dengan First Media, targetnya Jade Hamlet bisa jadi perumahan dengan smart home. Mengikuti kebutuhan era Milenial saat ini, yang juga sesuai dengan segmen konsumen kami, yaitu muda, keluarga muda dan pekerja dengan Fixed income karena memang 90 persen konsumen kami pembiayaan lewat KPR," ungkap Prani.

Fasilitas lain yang ditambahkan Reinaldo, antara lain taman di lingkungan perumahan, pdam, listrik, tempat ibadah, dan children waterplay ground.

"Keunggulan paling update adalah terletak di dataran yang lebih tinggi, dekat sekolah negeri, dekat supermarket, dekat pasar tradisional, dan dekat akses jalan tol Legundi dan Driyorejo," tandas Reinaldo.

Tags
properti
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved