Lapor Cak

SOS Panic Botton, Cara Aman Kawal Kepulangan TKI oleh Disnakertrans Jatim

Saat ini telah dioperasikan sistem pengawalan kepulangan TKI bernama "SOS Panic Button”. Sistem panggilan darurat berbasis android.

SOS Panic Botton, Cara Aman Kawal Kepulangan TKI oleh Disnakertrans Jatim
SURYAOnline/nuraini faiq
Sejumlah TKI saat proses pendataan kepulangan mereka di UPT Pengawasan TKI di Bandara Juanda. Disnakertrans Jatim ini mengembangkan sistem pengawal kepulangan TKI, SOS Panic Button. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi pekerja migran Indonesia atau TKI yang hendak pulang ke kampung halaman kini bisa lebih nyaman. Mereka bisa memanfaatkan pengawalan berbasis digital. Sepanjang perjalanan ke tanah kelahiran, TKI akan dikawal dengan sistem yang dikembangkan Disnakertrans Jatim

Saat ini telah dioperasikan sistem pengawalan kepulangan TKI bernama "SOS Panic Button”.  Sistem panggilan darurat berbasis android yang bisa diakses kapan pun dan dimana pun. Menu layanan ini disediakan karena banyak kejadian yang menimpa kepulangan TKI.

Mulai dari mendapat musibah hingga menjadi korban kejahatan dan perbuatan kriminalitas. Bahkan sejak turun dari pesawat meninggalkan bandara sudah berpotensi untuk diincar menjadi korban. Dari cara berpakaian dan gayanya, pekerja migran itu sudah ketahuan kalau mereka adalah TKI.

TKI pulang identik dengan membawa banyak uang. "Mereka rentan sehingga perlu perlindugan. Tugas kita menjamin mereka pulang aman dan nyaman," kata kata Kepala Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Himawan Estu Bagijo, Senin (21/1/2018). 

Sistem pengamanan berbasis digital tersebut adalah bagian dari Program simPADU-PMI. Kepala UPT Penempatan dan Perlindungan TKI (P2TKI) Disnaker Jatim Budi Raharjo menambahkan bahwa hanya TKI yang terdaftar yang bisa memanfaatkan SOS Panic Botton tersebut. 

"Mereka harus terdata di kami, terutama saat mereka pulang dan tiba di Bandara Juanda. Ada UPT khusus di Bandara yang mendata pekerja kita ini," kata Budi. 

Di bandara ini, TKI yang pulang diterima di kontek kepulangan helpdesk juanda. Mereka akan dilayani dan ditanya kepulangannya karena apa. Apakah mereka pulang karena cuti, kontrak berakhir atau bermasalah. 

Jika finis dan cuti, untuk menjaga keamanan dibantu didownloadkan program sos panic.batton. Ini untuk menyikapi kondisi darurat.

"Jika bermasalah akan didata dan disiapkan shelter dan ambulans gratis jika sakit," kata Budi.

Budi secara detail menjelaskan alur agar TKI bisa memanfaatkan tombol panic botton di HP. Caranya TKI harus datang dan mendaftarkan  ke counter HelpDesk Kepulangan PMI Disnakertrans Jatim di bandara  Internasional Juanda.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved