Berita Tulungagung

Selama 2018, Jasa Raharja Tulungagung Menyalurkan Rp 41 Miliar Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) Tingkat I Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan santunan kecelakaan selama 2018 lebih dari Rp 41 miliar

Selama 2018, Jasa Raharja Tulungagung Menyalurkan Rp 41 Miliar Santunan
kompas.com/priyambodo
ilustrasi 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - PT Jasa Raharja (Persero) Tingkat I Kabupaten Tulungagung telah menyalurkan santunan kecelakaan selama 2018 lebih dari Rp 41 miliar.

Jumlah ini meningkat 32 persen jika dibanding tahun 2017, sebesar Rp 31 miliar.

Kenaikan besaran santunan yang disalurkan ini bukan semata karena kenaikan angka kecelakaan lalu lintas. Namun karena Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 15/2017, tentang besar santunan dan iuran wajib dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang alat angkutan penumpang umum di darat, sungai/danau.

“Kemudian ada PMK nomor 16/2017, tentang besar santunan dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan,” terang Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja tingkat I Kabupaten Tulungagung, Purwono, Senin (21/1/2019).

Besar santunan yang disalurkan meliputi seluruh wilayah kerja PT Jasa Raharja tingkat I Tulungagung, meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar. Lanjut Purwono, perubahan besaran santunan dilakukan menyesuaikan perubahan faktor kebutuhan hidup dan inflasi.

Kebutuhan dimaksud antara lain kenaikan biaya rumah sakit, biaya obat-obatan, dan kenaikan biaya penguburan. Dari Rp 41 miliar yang disalurkan, Rp 20,55 miliar disalurkan untuk 422 korban meninggal dunia. Sedangkan Rp 20,602 miliar disalurkan untuk 1.725 orang yang menderita luka-luka.

“Dibanding tahun lalu, jumlah meninggal 429 orang dengan santunan Rp 16,846 miliar. Sedangkan Rp 14,741 miliar untuk 1.597 korban luka-luka,” ungkap Purwono.

PMK nomor 15/2017 dan PMK nomor 16/2017 efektif berlaku sejak 1 Juli 2017. Sejak saat itu besar santunan naik 100 persen dari besaran santunan yang lama. Santunan korban meninggal dunia naik dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta.

Santunan perawatan luka-luka maksimal menjadi Rp 20 juta, dari sebelumnya Rp 10 juta. Selain itu PT Jasa Raharja juga memberikan manfaat baru, penggantian biaya Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan penggantian biaya ambulan.

“Penggantian ini untuk memastikan kepada masyarakat agar tidak ragu menolong korban kecelakaan. Biayanya nanti akan diganti oleh Jasa Raharja,” tutur Purwono.

Penggantian biaya P3K ini maksinal Rp 1.000.000, sedangkan biaya ambulan maksimal Rp 500.000. Biaya penguburan yang lama sebesar Rp 2.000.000, kini naik menjadi Rp 4.000.000. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved