Berita Gresik

Kuli Bangunan Ngaku Ustaz Curi 13 Handphone Milik Santri Ponpes Bungah Gresik

kuli bangunan mengaku ustaz diringkus polisi usai menggelapkan 13 HP milik santri saat mengajar di Pondok Pesantren Darussalam Gresik

Kuli Bangunan Ngaku Ustaz Curi 13 Handphone Milik Santri Ponpes Bungah Gresik
Tribunjatim.com/Willy Abraham
Tersangka Nidhom Fuadi diapit oleh petugas Polsek Bungah Gresik 

SURYA.co.id | GRESIK - Seorang kuli bangunan mengaku ustaz diringkus polisi usai menggelapkan 13 HP milik santri saat mengajar di Pondok Pesantren Darussalam, Bungah, Kabupaten Gresik. Ia berdalih mengamankan HP para santri saat mengajar karena adanya larangan penggunaan.

Diketahui, ustaz gadungan itu bernama Nidhom Fuadi (49) warga Kampung Jawa, Kecamatan Blinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Nidhom langsung diamankan polisi usai menerima laporan dari pihak pengurus Ponpes Darussalam, Kecamatan Bungah, setelah menjual barang milik santri saat perjalanan menuju Semarang.

Kapolsek Bungah AKP Achmad Said melalui Kanit Reskrim Aiptu Suhardi mengatakan, oknum ustaz ini diamankan dari laporan tiga santri kepada polisi.

"Ketiga belas HP milik santri sudah dijual semuanya," ujar Suhardi, Senin (21/1/2019).

Modus yang digunakan ustas gadungan ini yakni menyuruh para santri menaruh HP mereka dalam lemari pengurus ponpes.

Kebetulan di ponpes itu memang ada larangan santri menggunakan alat komunikasi termasuk HP kecuali setiap hari Jum'at.

Lalu, Nidhom Fuadi berpamitan kepada pengasuh ponpes untuk mengantar proposal ke Semarang selama empat hari. Sebelum berangkat, tersangka diam-diam mengambil HP yang ada di lemari.

"Dijual di beberapa terminal dengan harga Rp 300 hingga 400 ribu," jelasnya.

Pelaku ditangkap saat berada di salah satu minimarket di wilayah Bungah usai diketahui oleh sejumlah santri dan diserahkan ke Polsek.

Dari informasi yang dihimpun, oknum ustaz ini datang untuk melamar sebagai pengajar bahasa Arab dan Inggris kebetulan ponpes membutuhkan tenaga pengajar. Saat di tes ia mahir menguasai bahasa tersebut.

"Dia baru mengajar selama dua bulan, sebenarnya tersangka ini hanyalah seorang kuli bangunan di proyek Jembatan Sembayat," pungkasnya.

Laporan wartawan Tribunjatim.com, Willy Abraham

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved