Berita Banyuwangi

Sejak Diresmikan pada Oktober lalu, 10.000 Orang Kunjungi Taman Terakota Gandrung Banyuwangi

Sejak diresmikan Oktober 2018 lalu, Taman Gandrung Terakota (TGT), di Kecamatan Licin, Banyuwangi, telah dikunjungi 10 ribu orang.

Sejak Diresmikan pada Oktober lalu, 10.000 Orang Kunjungi Taman Terakota Gandrung Banyuwangi
surya/haorrahman
Festival Lembah Ijen dengan menu utama sendratari Meras Gandrung. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sejak diresmikan Oktober 2018 lalu, Taman Gandrung Terakota (TGT), di Kecamatan Licin, Banyuwangi, telah dikunjungi 10 ribu orang.

"Animo masyarakat yang datang ke TGT dan menyaksikan sendratari mulai tumbuh, meski sendratari ini berbayar. Sejak Oktober 2018, sudah ada 10 ribu orang yang berkunjung kemari," kata Sigit Pramono, pemilik TGT, Minggu (20/1).

Ini menunjukkan kesenian dan budaya Banyuwangi telah diminati. TGT dengan dengan menu utama sendratari Meras Gandrung, sendratarinya kini menjadi daya tarik baru pariwisata. Sigit juga mencanangkan kawasan Lembah Ijen sebagai kawasan pelestarian seni budaya Banyuwangi.

"Sekaligus mendukung kawasan ini menjadi sebuah situs geopark yang serasi antara alam dan manusia yang tinggal dan hidup di dalamnya," kata Sigit.

Bagi Sigit, ini sangat bagus bagi perkembangan kesenian karena masyarakat mulai menghargai seni daerah, yang dampaknya juga akan kembali kepada pelaku seni.

"Seni tidak hanya sekadar untuk ditampilkan, namun seni juga harus menghidupi pelakunya. Dan di Banyuwangi ini sudah mulai berkembang," kata Sigit.

Itulah yang membuat Pemkab Banyuwangi memasukkan aktifitas di TGT dalam Banyuwangi Festival tahun ini dengan nama Festival Lembah Ijen, yang digelar satu bulan sekali sepanjang tahun. Festival Lembah Ijen digelar perdana pada, Sabtu (19/1/2019).

Tidak hanya sendratari, rangkaian Festival Lembah Ijen juga menyajikan klinik jazz yang menghadirkan musisi jazz, bertajuk Road To Jazz Gunung Ijen.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, Festival Lembah Ijen adalah sebuah prakarsa kebudayaan yang dipersembahkan oleh masyarakat yang menghuni kawasan Lembah Ijen untuk melestarikan seni budaya tradisional Banyuwangi.

"Festival Lembah Ijen ini merupakan apresiasi dari pemerintah kepada masyarakat di kawasan ini, yang konsisten dalam melestarikan seni dan budaya," kata Anas.

Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Banyuwangi kini bisa menikmati seni dan budaya Banyuwangi, terutama gandrung tiap bulan.

Sendratari Meras Gandrung sendiri menceritakan prosesi penari untuk menjadi seorang Gandrung profesional, yang tidak hanya menari namun juga piawai menjadi sinden.

Mengambil latar belakang jaman kolonial Belanda, atraksi ini berlangsung menarik. Dimainkan seniman asli Banyuwangi dari berbagai usia, mulai 7 hingga 60 tahun lebih ini berhasil memikat penonton yang hadir.

Salah satunya adalah Amich Alhumami, Direktur Pendidikan Tinggi lptek dan Kebudayaan Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

"Ini perpaduan yang sangat menarik, kesenian yang dikemas apik dan dipentaskan di sebuah kawasan yang alami. Ini sangat luar biasa untuk modal pengembangan daerah," kata Amich.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved