Pilwali Surabaya 2020

Petuah Pakde Karwo Untuk Fandi Utomo yang Akan Maju Pilwali Surabaya 2020

Gubernur Jatim, Soekarwo memberi petuah pada Fandi Utomo yang akan maju Pilwali Surabaya 2020 mendatang. Ini isi petuahnya...

Petuah Pakde Karwo Untuk Fandi Utomo yang Akan Maju Pilwali Surabaya 2020
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Gubernur Jatim, Soekarwo (kiri) dan Fandi Utomo dalam pelantikan DPD (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) GMNI Jatim 2018-2020 yang berlangsung di wisma Marinda Jalan Semolowaru, Minggu (20/1/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jatim Soekarwo memberikan pesan khusus pada Fandi Utomo dalam pelantikan DPD (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) GMNI Jatim 2018-2020 yang berlangsung di wisma Marinda Jalan Semolowaru, Minggu (20/1/2019).

Di sela-sela pidatonyaM gubernur Jatim dua periode itu menyampaikan sejumlah PR besar wali kota Surabaya ke depan.

Hal ini disampaikan Soekarwo karena Fandi Utomo digadang-gadang akan maju dalam Pilwali Kota Surabaya 2020.

Salah satu yang disinggung Soekarwo diantaranya adalah faktor demografi. Katanya, saat ini angka kelahiran mengalami penurunan, khususnya di Surabaya dan itu menimbulkan efek berkurangnya jumlah siswa masuk sekolah.

"Kondisi di kota besar seperti Surabaya angka kelahiran terus mengalami penurunan, hal itu terjadi dikarenakan faktor orang tua yang sama-sama bekerja, dan efek kedepan adalah berkurangnya jumlah siswa yang masuk sekolah, ini menjadi tugas walikota kedepan, bagaimana bisa melahirkan solusi yang tepat dalam penanganannya," ungkap Soekarwo.

Tidak hanya itu, Pakde Karwo juga meminta keberpihakan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar mampu mewujudkan ekonomi yang berkeadilan dan partisipatif. Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi maka pemerintah harus hadir dan mampu memfasilitasi kepentingan masyarakat kecil.

"Konsep negara harus hadir mengurus kepentingan rakyatnya melalui kebijakan telah dilakukan di Jatim dengan pemerintah mengintervensi dan memberikan stimulasi dengan yang kecil di bantu. Tidak bisa yang besar, menengah, dan kecil dibiarkan bertarung atas nama efisiensi dan konsep ini bisa dilakukan walikota ke depan dalam memimpin Surabaya," ucapnya.

Pakde karwo juga mengatakan, yang juga harus diketahui calon wali kota adalah peta masyarakat di Surabaya yang masuk golongan arek.

Yang menjadi panutan masyarakatnya adalah kalangan tokoh masyarakat, tokoh agama, birokrasi dan intelektual.

Masyarakat arek ini dalam berfikir lebih rasional, sehingga kapasitas, kapabilitas dan intelektual calon menjadi penilaian penting bagi mereka dalam menentukan pilihannya untuk calon pemimpin kedepan.

"Seperti hasil pilgub Jatim kemarin, hasil debat sangat mempengaruhi pilihan masyarakat, ini calon wali kota harus tahu, artinya tingginya tingkat popularitas tidak menjadi penentu, tapi kemampuan calon yang menjadi penentu masyarakat dalam memilih," imbuh politisi yang duduk sebagai Ketua DPD Partai Demojrat Jatim ini.

Sementara itu Fandi Utomo mengatakan, pesan Pakde Karwo ini menjadi pembelajaran penting Baginya untuk ia pelajari, cermati, amati khususnya di surabaya dan pada waktunya nanti akan ia tindaklanjuti secara serius.

"Saya sangat memperhatikan pesan Pakde Karwo ini. Serta ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk Surabaya ke depan," ungkap politisi yang juga calon DPR RI Dapil Jatim 1 yakni Surabaya-Sidoarjo dari PKB ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved