Berita Tuban

Penyegel Ruang Kebaktian Konghucu di Tuban Terungkap, Dia Sebut Karena Pendeta Ceramah Tak Pantas

Permasalahan berawal saat Kwan Sing Bio mendapat undangan FKUB dari Presiden di Bogor, sekitar September tahun lalu.

Penyegel Ruang Kebaktian Konghucu di Tuban Terungkap, Dia Sebut Karena Pendeta Ceramah Tak Pantas
SURYA.co.id/M. Sudarsono
Kondisi ruang Lithang konfusiani, tempat kebaktian Konghucu Kwan Sing Bio Tuban masih dirantai 

SURYA.co.id | TUBAN - Penutupan ruang kebaktian Konghucu masih berlangsung hingga sekarang.

Sebelumnya diberitakan penyegelan dilakukan Jumat (11/1/2019), tidak ada yang mengetahui siapa pelakunya saat itu. 

Ruangan Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Dirantai Orang Tak Dikenal, CCTV Terputus saat Kejadian

Ruang Ibadah Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Disegel, Ketua Klenteng Sebut Karena Konflik Internel

Kordinator Kebaktian Konghucu Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tuban, Bambang Djoko Santoso mengatakan, dirinya yang menyegel ruang Lithang, Sabtu (5/1/2019). 

Permasalahan berawal saat Kwan Sing Bio mendapat undangan FKUB dari Presiden di Bogor, sekitar September tahun lalu. 

Kemudian pihak Klenteng mewakilkan pendeta Konghucu, Antonius Ong untuk menghadiri. 

Ternyata tidak datang malah memilih menikahkan orang di Makasar.

"Awalnya dari situ, dan terus berlanjut sampai sekarang. Terlebih ceramah Antonius sangat tidak susila atau tak pantas, saya yang merantai ruangan," Ujarnya saat memberikan klarifikasi, Sabtu (19/1/2019).

Bambang menjelaskan, Antonius omongannya kasar saat melaksanakan kebaktian, bahkan pernah marah-marah sama pendeta dari Mojokerto.

Kericuhan di kebaktian Konghucu itu terjadi mulai 16 -30 November, hingga Bambang mengganti kunci ruang Lithang. Desember gejolak berhenti. 

Lalu 4 Januari, wakil ketua umum Kwan Sing Bio, Liu Pramono, mengganti dengan kunci baru. Keesokan harinya, Sabtu, 5 Januari pintu tersebut akhirnya dirantai.

"Sabtu pintu saya rantai dan sampai sekarang, agar tidak terjadi gejolak, tidak ada kebaktian untuk Konghucu saat ini," Terangnya.

Bahkan Bambang mengaku pernah mau dipukul Antonius dengan gagang lonceng, menurutnya hal itu tidaklah pantas dilakukan oleh seorang pendeta.

"Tidaklah pantas itu dilakukan seorang pendeta, sampai sekarang ruangan saya rantai, karena itu kewenangan saya selalu kordinator kebaktian Konghucu," Pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved